PRESISIJAMBI.COM-Koalisi Masyarakat Peduli Jambi (Kompej) Batanghari sorot aktivitas penambangan ilegal (Galian C dan PETI) di daerah Aliran Sungai Batanghari yang beroperasi di wilayah Kabupaten Batanghari dibeberapa titik diantaranya Kecamatan Pemayung, Muara Bulian, Mersam dan Maro Sebo Ulu.
Wakil Ketua Kompej Batanghari Kemas Mulyadi meminta kepada Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Provinsi Jambi turun ke lapangan untuk melakukan mengecekan keberadaan penambangan ilegal di Sungai Batanghari yang semakin meraja meluas.
” Tambang galian c ilegal dan tambang emas menimbulkan dampak negatif, berkaitan dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dari sisi lingkungan aktivitas tambang ilegal tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan seperti pendangkalan, abrasi tebing sungai, longsor, kekeruhan dan pencemaran air akibat penggunaan zat kimia ” Paparnya sabtu 20/05/2023
Lanjutnya. Aktifitas PETI yang beroperasi ditebing Dungai Batanghari telah mengakibatkan adanya konflik antara pelaku dengan masyarakat desa karena mengikis tanah, berdampak merusak areal lahan pertanian serta merusak bantaran sungai batanghari sehingga berdampak perubahan topografi di wilayah tersebut.
Dirinya berharap pemerintah serius menyikapi permasalahan aktivitas penambangan ilegal, tidak ada tempat bagi para pelaku penambangan illegal serta tidak ada solusi lain selain dari pada penegakan hukum dan ketegasan pemerintah.
Jika harapan kami tidak diindahkan maka kami akan turun Aksi kejalan dengan memasang sejumlah spanduk di beberapa lokasi strategis Tolak Penambangan Ilegal (Galian C Ilegal dan PETI) untuk mendesak agar dilakukan penertiban, penegakan hukum dan pemberantasan aktivitas penambangan ilegal di Kabupaten Batanghari sebagai wujud kepedulian terhadap kerusakan lingkungan sebagai dampak dari aktivitas penambangan ilegal, tambahnya.
Tepisah, ketua umum Kompej Provinsi Jambi, Devry Boy mengatakan, pihak nya akan melakukan tindakan Aksi unjuk rasa dan melaporkan secara resmi Ke APH Polda Jambi jika persoalan PETI di Kabupaten Batanghari lamban di tangani.
( herlas)






