Mega Proyek Jalan Nasional Sungai Penuh -Tapan Disorot

Berita, Nasional45 Dilihat

Presisijambi.com – Pasalnya Mega Proyek Jalan Nasional Provinsi Jambi Wilayah II, tahun anggaran 2023 yang berlokasi di Puncak yang dikerjakan oleh PT Bima Arjuna Prakasa dengan harga penawaran (Terkoreksi) sebesar Rp. 31.590.384.800,00,- (Tiga Puluh Satu Miliar Lima Ratus Sembilan Puluh Juta Tiga Ratus Delapan Puluh Empat Delapan Ribu Rupiah).

Terindikasi Mark Up dipelaksanaan pekerjaan fisik yang terkesan tidak mengikuti RAB maupun Spesifikasi Teknis.

Aktivis firdaus mengatakan. Padahal hasil produksi Batching Plant, Beton memiliki daya tekan yang baik. Beton memiliki ketahanan terhadap korosi dan kerusakan akibat lingkungan dan alam. beton ready mix atau beton siap pakai. berkualitas lebih baik dengan daya tahan unggul bukan dengan manual seperti dilakukan Pelaksana PT Bima Arjuna Prakasa.

“Biasanya di dalam syarat penawaran, rekanan wajib menyediakan batching plant. Itu sudah menyalahi aturan, pasti tidak ketemu mutu beton, apalagi mutu yang di gunakan K-300 s/d K-350 Mpa.

“Manual ini, samo bae dengan alat molen yang mengaduk, seharusnya menggunakan alat batching alat standar.”

“Dipenawarannya pasti ada syarat dukungan alat batching plant standar, ternyata di lapangan pakai manual, sudah menyalahi aturan. Sedangkan pakai alat batching mini harus di ganti, kecuali jalan kabupaten boleh menggunakan batching mini. Apa lagi tarap jalan nasional, mana boleh lah,”ujar aktifis firdaus.

Ditambahkannya lagi, Kalau status jalannya nasional, pakai mutu K-300 s/d K-340, jalan Provinsi K-300, jalan Kabupaten K-250 s/d K-300.

“DMF dilapangan pasti beda hasil bahan yang digunakan, JMF hasil dari Labor. Bisa saja hasil bahan dari labor, bahan yang bagus atau pilihan, dilapangan beda,”tutupnya(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *