Tiga Pemuda SAD diduga di Aniaya Pelaku Ilegal Drilling

Batanghari136 Dilihat

PRESISIJAMBI.COM, BATANGHARI-Marak nya aktivitas illegal drilling tak ayal membuat banyak harapan tersendiri bagi masyarakat untuk mendapat rejeki atau yang di sebut dengan istilah uang jatah para pemuda dimana lokasi illegal drilling beraktivitas.

Seperti yang di alami suku Anak dalam bukit 12 yang di yang mengharapkan kebijakan pelaku illegal drilling atas hasil pengeboran minyak bumi mentah di lokasi hutan 51 perbatasan kabupaten Musi banyuasin(Muba) Sumatera selatan dan kabupaten Batanghari wilayah desa bungku kecamatan bajubang yang mana kawasan hutan di provinsi jambi di anggap sebagai tempat tinggal Suku Anak Dalam(SAD)

Namun malang bagi para Pemuda SAD, saat mendatangi pelaku illegal drilling berinisial (DMS) pada jum’at sore 08/12/2023 untuk negosiasi untuk mengharapkan rejeki berupa kebijakan, DMS dengan beringas menampar¬† ketiga pemuda SAD dan memukul dengan Cangkul

Ketiga pemuda yang mendapat perlakuan dugaan penganiayaan tersebut yaitu, Bayung, Nalinting dan Hendra.

Pada Presisijambi. Com,salah satu pemuda bernama Bayung mengatakan Bahwa mereka mendatangi DMS di lokasi illegal Drilling dan DMS sempat berang dengan menampar dan memukul ke tiga pemuda SAD tersebut yang di saksikan oleh ketua kelompok Ketiga Pemuda SAD yaitu Heri

” Kalian ini apa, kalian tidak punyak kekuasaan dan lansung memukul ketiga teman saya ” Papar Heri yang menyaksikan saat kejadian

” Tak sampai di situ, DMS pun mengambil sebuah cangkul hendak menghantam kepala Bayung namun serangan itu saya tepis dengan tangan saya dan cangkul di mental sendiri hingga mengenai kepala DMS sendiri hingga kulit kepala nya Sobek besar” Ungkap Heri

Atas peristiwa tersebut, Ketiga pemuda SAD melapor ke Mapolres Batanghari pada Sabtu 08/12/2023

Untuk klarifikasi, saat ini DMS Belum bisa di jumpai wartawan, karena menurut informasi dari Heri, DMS di rawat di RS di Jambi. (Herlas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *