Jalan Andesit Sarat KKN, APH Diminta Segera Bertindak

Uncategorized57 Dilihat

SUNGAIPENUH – Pasca sidak yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh di jalan batu andesit depan Gedung Nasional Sungai Penuh pada Senin (29/4) lalu.

Terkait hal ini, aparat penegak hukum (APH), diminta untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Kadis PUPR Sungai Penuh. Pasalnya, itu sebagai bentuk bukti bahwa jalan batu andesit tersebut diduga kuat sarat korupsi.

Seperti disampaikan Yudi, salah seorang aktivis Kerinci dan Sungai Penuh. Dimana, pasca disidak Dewan, terdapat temuan dimana jalan tersebut sudah banyak yang terlepas dan bergelombang karena longgar. Padahal, proyek tersebut baru selesai beberapa bulan.

“Tentunya ini jelas sudah adanya penyelewengan dalam pengerjaan, maka kita minta agar Kejari Sungai Penuh untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Kadis PUPR Sungai Penuh,” tegasnya.

Dimana diketahui sbelumnya, bahwa Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di jalan depan Gedung Nasional Sungai Penuh, Senin (29/4/2024) lalu. Hal itu dilakukan mengingat jalan yang baru selesai dibangun itu mengalami kerusakan.

Seperti Batu Andesit yang mengantikan aspal sudah banyak yang terlepas dan bergelombang karena longgar. “Ya, tadi kita sidak di jalan depan Gedung Nasional,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh, Mulyadi Yacub.

Katanya, dari hasil sidak yang dilakukan, kondisi jalan depan gedung Nasional memang mengalami kerusakan. Karena masih tahap perawatan mereka meminta agar jalan tersebut segera diperbaiki.

“Perbaikannya kita minta dibongkar terlebih dahulu, baru pasang kembali batu andesitnya,” ungkap Mulyadi.

Ia juga mengakui, kondisi jalan tersebut yang baru selesai dibangun awal 2024, mengalami kerusakan meski telah beberapa kali diperbaiki. “Makanya kali ini kita minta dibongkar semuanya terlebih dahulu. Sebelumnya perbaikannyakan hanya menganti yang lepas saja,” ungkapnya.

Katanya lagi, kondisi ini apakah karena pekerjaan yang salah karena pengawasan yang kurang atau memang karena perencanaan yang salah. “Jadi ini juga perlu kita ketahui nantinya,” tambahnya.(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *