
KERINCI-Seperti biasa, isu pemekaran Kerinci Hilir menjadi bahan jualan favorit politik dikala momen Pilkada. Para kandidat bapaslon Bupati dan Wakil Bupati dengan lantang menyatakan pemekaran menhadi prioritas, dan mendukung 200 persen untuk pemekaran Kerinci Hilir.
Hal ini terlihat saat pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati ke KPU Kerinci kemarin. Seperti yang disampaikan Monadi saat memberi pernyataan pers pasca mendaftar, menyatakan bahwa dirinya siap mendukung 200 persen untuk pemekaran Kerinci Hilir.
“Jika ada yang lebih 100 persen, saya 200 persen mendukung pemekaran Kerinci Hilir,” ungkap Monadi saat mendaftar di KPU.
Begitupun H Tafyani Kasim (HTK), calon tunggal dari Kerinci wilayah hilir, dengan lantang menyatakan bahwa pemekaran Kerinci Hilir menjadi program prioritasnya jika terpilih nanti.
“Pemekaran baik untuk kita semua masyarakat Kerinci, kita akan gasfull pemekaran Kerinci Hilir harga mati,” ungkap HTK, saat memberi pernyataan pers pasca mendaftar di KPU Kerinci.
Kembali pada hajatan pilkada sebelumnya, isu pemekaran Kerinci hilir juga menjadi jualan yang sangat laris untuk menarik simpati dari masyarakat khususnya Kerinci wilayah hilir. Terhadap isu tersebut, masyarakat tampaknya mulai jenuh mendengarnya. Karena hingga saat ini pemekaran Kerinci wilayah hilir belum ada kabar seperti apa perkembangannya.
“Dari Pilkada tahun 2014, kemudian Pilkada tahun 2018, isu pemekaran Kerinci hilir selalu disampaikan para kandidat. Buktinya hingga saat ini Kerinci hilir tak kunjung dimekarkan,” ungkap Harmo, aktivis Kerinci.
Masyarakat mengaku, berdasarkan informasi disejumlah media, pemekaran wilayah masih moratorium di pemerintah pusat. Dan untuk mencabut moratorium, adalah kewenangan pemerintah pusat.
“Kan masih moratorium. Kalau sudah bisa pemekaran, siapapun bupati nanti pasti akan memperjuangkan pemekaran. Karena ini adalah desakan masyarakat Kerinci wilayah hilir. Jadi, sebaiknya isu pemekaran ini jangan diangkat jadi isu politik untuk menarik simpatisan warga,” jelasnya.(red)






