
KERINCI – Kualitas proyek strategis nasional di Bandara Depati Parbo (DP) kembali dipertanyakan. Pengerjaan fasilitas bandara yang dinilai asal-asalan memicu kekecewaan publik, terlebih karena kontraktor lama yang sebelumnya dianggap gagal justru kembali dipercaya menangani proyek tahun 2025.
Sejumlah kerusakan mulai terlihat di fasilitas yang baru saja dibangun. Area parkir pesawat (apron) sudah mengalami retakan, sementara sistem drainase dinilai tidak berfungsi dengan baik. Jalan akses menuju bandara pun disebut ditimbun seadanya, tanpa perencanaan teknis yang memadai.
“Cor untuk parkir sudah ada yang retak. Jalan akses pun dikerjakan tanpa standar. Ini jelas pekerjaan tidak profesional,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.
Pratama, warga Kerinci yang turut menyoroti masalah ini, mempertanyakan lemahnya pengawasan pemerintah. Menurutnya, kontraktor dengan rekam jejak buruk seharusnya dievaluasi, bukan diberi kepercayaan kembali.
“Bandara ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, tapi menyangkut keselamatan dan pelayanan publik. Kalau kualitasnya begini, artinya ada masalah serius pada sistem pengawasan,” tegasnya.
Ia mendesak Kementerian Perhubungan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek yang telah maupun sedang berjalan. “Cek langsung fisik cor parkir, drainase, terminal, hingga jalan akses. Jangan sampai kesalahan dibiarkan dan menjadi kebiasaan,” tambahnya.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari Menteri Perhubungan. Mereka berharap pemerintah pusat memastikan proyek vital ini tidak berubah menjadi ajang pemborosan anggaran atau praktik korupsi yang merugikan negara. Transparansi dan akuntabilitas disebut sebagai kunci untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus menjamin keselamatan transportasi udara di Jambi.(ded)






