
KERINCI – Aksi protes warga Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan, Kecamatan Bukit Kerman, terhadap proyek PLTA Kerinci masih terus berlanjut pada Jum’at (22/8).
Meski demikian, aktivitas alat berat berupa ekskavator milik perusahaan tetap berjalan melakukan pengerukan atau normalisasi sungai di pintu air Sungai Tanjung Merindu, Pulau Pandan, Kecamatan Bukit Kerman.
Pantauan di lapangan, suasana pada hari ini terbilang lebih kondusif dibandingkan sehari sebelumnya. Jika kemarin sempat terjadi kericuhan hingga aksi lemparan batu dan saling dorong, kali ini warga hanya terlihat berkumpul di sekitar jembatan jalan umum. Aparat kepolisian bersama TNI juga tampak bersiaga menjaga jalannya situasi.
“Situasi hari ini kondusif, tidak ada lagi ketegangan seperti kemarin,” ungkap seorang petugas di lokasi.
Sementara itu, di area proyek, dua unit alat berat terlihat aktif sejak pagi. Menurut informasi, pengerjaan hampir rampung dan hanya menyisakan pendalaman alur sungai.
“Sejak pagi dua alat berat sudah bekerja di dalam, sekarang tinggal tahap akhir,” ujar salah seorang sumber di lokasi.
Pihak PLTA juga terlihat turun langsung memantau jalannya pekerjaan. Kepala Divisi Humas PLTA, Aslori, ikut berada di area pintu air Sungai Tanjung Merindu, menyaksikan langsung ekskavator yang tengah beroperasi.
Sekira pukul 16.40 Wib, warga yang berkumpul di jembatan tampak membubarkan diri.(ded)






