Soal Pasien Ditelantarkan, Puskesmas Semerap Berdalih

FOTO: Pasien dibawa keluarga keluar dari Puskesmas Semerap, Kamis (21/8) kemarin.

KERINCI – Puskesmas Semerap akhirnya angkat bicara soal video viral dugaan pasien sengatan tawon yang tak mendapat layanan medis.

Kepala Puskesmas Semerap, Elyawati, berdalih bahwa tuduhan itu tidak benar dan pihaknya sudah bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Tidak ada penelantaran pasien. Justru dokter sudah melakukan pemeriksaan awal dan tindakan medis. Namun pihak keluarga menolak penanganan lanjutan karena ingin segera membawa pasien ke rumah sakit,” kata Elyawati dalam klarifikasi tertulis, Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, pasien atas nama Syafrinal (48) datang sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan sadar dan berjalan. Hasil pemeriksaan medis mencatat kondisi vital pasien masih stabil: tekanan darah 90/70 mmHg, pernapasan 20 kali per menit, dan nadi 90 per menit.

“Dokter langsung mencabut sengatan lebah dan menyiapkan langkah lanjutan berupa obat serta injeksi. Namun, keluarga mendesak agar pasien segera dirujuk tanpa dilakukan terapi terlebih dahulu di puskesmas,” jelasnya.

Elyawati mengakui terjadi ketegangan dengan keluarga pasien. Namun ia menegaskan bahwa tenaga medis di Puskesmas Semerap tetap menjalankan tugasnya sesuai aturan.

“Dalam kondisi panik, keluarga mengira pasien dibiarkan. Padahal tenaga medis sedang menjalankan prosedur. Bahkan, dokter sudah menjelaskan bahwa rujukan ke RS Sungai Penuh tetap harus diawali dengan tindakan medis dasar di puskesmas,” tambahnya.

Pihak puskesmas juga menyesalkan sikap keluarga pasien yang mengancam akan memviralkan kejadian tersebut. Menurut Elyawati, hal ini berpotensi memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Kami mohon masyarakat tidak terprovokasi informasi yang tidak utuh di media sosial. Puskesmas Semerap tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, dan kami pastikan seluruh prosedur medis dijalankan dengan benar,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (21/8/2025), keluarga Syafrinal (48), warga Desa Koto Tengah, mengaku kecewa karena merasa pasien sengatan tawon tidak segera ditangani di Puskesmas Semerap.

Mereka menilai dokter yang berjaga bersikap dingin dan bahkan sempat mengucapkan kalimat yang menyinggung perasaan keluarga.

Akibatnya, Syafrinal akhirnya dibawa ke RS DKT Sungai Penuh untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Kejadian ini sempat viral di media sosial dan memicu sorotan publik terhadap layanan kesehatan di daerah.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *