
KERINCI – Aksi unjuk rasa warga terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci terus berlanjut dan belum juga menemukan titik terang. Hingga Jumat malam (21/8), ratusan warga masih bertahan di sekitar pintu air Sungai Tanjung Merindu, Pulau Pandan, untuk memastikan alat berat tidak beroperasi melakukan pengerukan sungai.
Pantauan di lokasi, Bupati Kerinci Monadi turun langsung ke lokasi proyek sekitar sore hari. Hadir juga Kapolres Kerinci dan Dandim 0417 Kerinci. Namun, pada pukul 20.00 WIB, Bupati meninggalkan lokasi menggunakan mobil patwal tanpa memberi keterangan apa pun kepada awak media maupun warga.
Situasi di lapangan sendiri relatif kondusif tanpa penjagaan ketat aparat. Massa memilih bertahan di jembatan, sambil menunggu kejelasan sikap dari pemerintah maupun pihak perusahaan.
Sayangnya, hingga pukul 21.00 WIB, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak PLTA maupun dari Bupati Kerinci. Kepala Divisi Humas PLTA, Aslori, yang sempat terlihat beberapa kali mondar-mandir di area proyek, juga enggan memberikan komentar.
Tokoh masyarakat, Pak Andi, menegaskan aksi warga akan terus berlanjut jika pihak perusahaan tetap memaksakan pekerjaan. Menurutnya, masyarakat masih membuka ruang dialog, namun solusi yang ditawarkan harus benar-benar menjawab keresahan warga.
“Ini menyangkut mata pencaharian masyarakat di sungai. Apakah PLTA bisa menjamin itu tidak terganggu? Jangan sampai hanya kompensasi Rp 5 juta yang ditawarkan. Itu pun banyak warga terima karena terpaksa, ada tekanan terhadap keluarga yang bekerja di pemerintahan,” tegasnya.
Senada, Erniyati, salah satu warga yang ikut aksi, menuturkan fungsi Sungai Batang Merangin sangat vital. Selain sebagai sumber ikan, air sungai juga mengairi sawah.
“Sungai ini sumber hidup kami. Kalau proyek selesai dan pintu air dikontrol PLTA, tidak ada lagi debit alami pasang surut yang membawa ikan. Kami minta pihak PLTA bertemu langsung dengan masyarakat, bukan hanya kepala desa atau perwakilan tertentu,” ujarnya.
“Kami akan tetap turun aksi jika alat beratnya bekerja di area sungai ini. Ini demi memperjuangkan hak kami masyarakat disini,” tambahnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PLTA Kerinci masih bungkam. Upaya menghubungi Kepala Divisi Humas Aslori via WhatsApp sejak kemarin belum mendapat tanggapan.(ded)






