105 Tenaga Kerja Kompeten, Bupati Langsung Serahkan Sertifikat

FOTO : Bupati Kerinci, Monadi didampingi Kadis PU, Ir Maya Novefri, menyerahkan sertifikat kepada tenaga kerja yang selesai mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi.

KERINCI – Pelatihan tenaga kerja dan uji sertifikasi yang delar Dinas PUPR Kerinci selesai. Dari 116 peserta, 105 dinyatakan kompeten, sementara 11 peserta lainnya mendapat hasil belum kompeten.

Peserta berkompeten tersebut langsung menerima sertifikat resmi yang langsung diserahkan Bupati Kerinci, Monadi, Senin (1/9).

Berdasarkan jenjang pelatihan yang digelar, 59 peserta dinyatakan kompeten sebagai pelaksana pekerjaan saluran irigasi dan 7 peserta belum kompeten. Sedangkan pada jenjang pelaksana pekerjaan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, 46 pesrta dinyatakn kompeten dan 4 peserta belum kompeten.

Sertifikat kompetensi ini diserahkan langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, pada Senin (1/9) usai pelaksanaan upacara rutin di halaman Kantor Bupati Kerinci.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Monadi menegaskan pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Tenaga kerja konstruksi yang kompeten merupakan kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kerinci. Dengan adanya sertifikat ini, para pekerja memiliki bukti legal kemampuan dan keterampilan yang diakui secara resmi,” ujar Bupati Monadi.

Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefbri, menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi ini menjadi syarat penting bagi tenaga kerja konstruksi agar bisa terlibat dalam proyek pembangunan, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN.

“Undang-Undang mewajibkan tenaga kerja konstruksi memiliki sertifikat kompetensi. Dengan adanya pelatihan ini, mereka bukan hanya punya keterampilan, tapi juga legalitas untuk bekerja secara profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi ini sejalan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah, terutama di sektor irigasi dan pemeliharaan jaringan yang setiap tahun memerlukan tenaga berkompeten.

Sertifikat ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi para pekerja lokal untuk bersaing, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja dari luar daerah.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *