Pemeliharaan Irigasi Terkesan Setengah Hati, BWSS Diminta Perketat Pengawasan

KERINCI-Pemeliharaan tiga lokasi irigasi di Kabupaten Kerinci terkesan setengah hati. Kondisi bangunan tampak usang dan mulai berkarat, padahal tiap tahun anggaran pemeliharaan terus digelontorkan.

Seperti halnya irigasi yang berada di Kecamatan Siulak, setidaknya terdapat tiga titik irigasi yang mendapat sentuhan pemeliharaan tahun ini. Namun faktanya dilapangan, pemeliharaan jauh dari harapan.

Hendri, salah seorang warga mengatakan dirinya melihat langsung kegiatan pemeliharaan itu. Beberapa bagian memang dilakukan pembersihan, namun dibeberapa bagian lain dari bangunan irigasi justru terbiarkan.

“Kalau area aliran air bagian dalam irigasi memang dibersihkan, namun juga tidak maksimal. Serta di bagian lain seperti pagar pengaman justru tidak tersentuh,” ungkapnya.

Seyogyanya, lanjut Hendri, bangunan pagar juga disentuh pemeliharaan, seperti dicat agar bangunannya awet dan tidak berkarat. Tapi jika tidak disentuh pemeliharaan, akan berdampak buruk terhadap masa ketahanan bangunan bahkan bisa berakibat mengancam keselamatan masyarakat yang melintas.

“Kalau sekarang kondisinya sudah tampak usang, besi palangnya sudah mulai berkarat. Setiap tahun pemeliharaan, kok seperti itu pekerjaannya,” ungkap Hendri yang juga aktivis salah satu LSM di Kerinci

Dia menambahkan, irigasi tersebut merupakan proyek dari BWSS VI Jambi, dan termasuk untuk kegiatan pemeliharaan. Untuk sementara baru tiga titik yang kita temukan.

“Panjang irigasi tiga titik itu bervariasi, rata-rata 50 meter sampai 70 meter. Untuk itu kita minta pihak BWSS VI mengecek pekerjaan pemeliharaan ini, jangan sampai anggaran yang sudah digelontorkan malah diselewengkan dengan kinerja yang tidak sesuai yang diharapkan,” jelasnya.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *