Irigasi Tersumbat Sawah Tak Bisa Digarap, Proyek Bandara Terancam Didemo Warga 

KERINCI – Ratusan hektare sawah di empat desa di Kabupaten Kerinci terancam gagal tanam. Saluran irigasi yang biasanya mengalirkan air ke lahan pertanian kini tersumbat akibat pembangunan jalan menuju Bandara Depati Parbo.

Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan, namun hingga kini belum ada solusi nyata. Pihak bandara hanya menjanjikan pembersihan saluran, tanpa rencana pembangunan box culvert yang dinilai sebagai langkah permanen.

“Kami butuh kepastian. Pembersihan tidak akan bertahan lama, air tetap akan tersumbat. Solusi yang tepat adalah membangun box culvert,” ungkap salah seorang warga, belum lama ini.

Ketidakjelasan penyelesaian masalah ini membuat warga di empat desa – Koto Iman, Agung Koto Iman, Koto Salak, dan Koto Petai – merasa kecewa. Mereka menilai pihak bandara dan pemerintah seolah menutup mata terhadap nasib para petani yang menggantungkan hidup dari sawah.

Jika persoalan ini tidak segera ditangani, warga memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut perhatian serius.

“Kalau dibiarkan, kami bisa kehilangan mata pencaharian. Sawah adalah sumber kehidupan kami,” tegas perwakilan warga.(***/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *