
KERINCI-Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), kembali Ngobrol Pendidikan Islam (NgoPI). Kali ini NgoPi bersama Kemenag Kerinci dan jajaran Madrasah se-Kabupaten Kerinci, Kamis (16/10) di Grand Hotel Kerinci.
Hadir langsung Kepala Kantor Kemenag Kerinci, H Pahrizal, S.Ag, MM dan jajaran. Kegiatan yang digelar bersama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi ini, membahas berbagai persoalan ditingkat madrasah dibawah naungan Kemenag Kerinci
Kakan Kemenag Kerinci, H Pahrizal, mengatakan dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai persoalan strategis berkaitan dengan madrasah di Kerinci. Sebanyak 150 orang peserta hadir mewakili seluruh madrasah dan pesantren di Kerinci.
“Jumlah madrasah di Kerinci sebanyak 99, dan pesantren sebanyak 14. Hari ini, hadir keterwakilan dari madrasah dan pesatren itu,” ungkapnya.
NgoPI dengan tema ‘Transformasi Kompetensi Guru Madrasah Menuju Pendidikan Bermuru’ tersebut, sejumlah peserta berkesempatan menyampaikan langsung persoalan-persoalan strategis madrasah kepada HBA, dengan harapan dapat menjadi aspirasi untuk diperjuangkan ditingkat pusat.
“Berbagai persoalan dibahas, seperti guru madrasah swasta bagaimana bisa diangkat menjadi PPPK, karena selama ini guru dari madrsah swasta tidak dapat diangkat menjadi PPPK,” ungkapnya.
Selain itu, juga dibahas tentang pembangunan fasilitas penunjang pendidikan di madrasah dan pesantren. Dengan harapan, fasilitas pendidikan mendapat bantuan nantinya.
“Juga mengenai peningkatan kompetensi guru madrasah, juga perlu ditingkatkan secara berkesinambungan, agar mutu dari pendidikan menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, HBA, dari diskusi yang berlangsung, akan menyerap masukan dari madrasah sebagai aspirasi untuk dikoordinasikan ditingkat pusat dengan kementerian terkait.
Dengan adanya kegiatan ini, mantan Gubernur Jambi itu berharap nanti segala persoalan-persoalan strategis ditingkat madrasah dan pesantren di Kabupaten Kerinci, mendapat perhatian dari pemerintah untuk terus dilakukan perbaikan diberbagai sektor sebagai penunjang pendidikan.
“Forum seperti ini adalah ruang penting bagi kami untuk memahami langsung apa yang dialami para guru madrasah. Semua masukan akan kami teruskan, baik ke pemerintah daerah untuk urusan lokal, maupun ke Kementerian Agama untuk isu nasional,” ungkap HBA.(ded)






