JAMBI — Fakta baru terungkap dalam kasus penculikan Balita Bilqis Ramdhani yang hilang di Makassar dan ditemukan di Jambi. Setelah diculik, Bilqis ternyata dibawa ke wilayah Suku Anak Dalam (SAD) di Merangin dan dijual seharga Rp80 juta oleh dua pelaku.
Menurut penuturan Begendang, salah seorang warga SAD, istrinya didatangi orang asing yang membawa seorang anak perempuan. Pelaku mengaku Bilqis berasal dari keluarga miskin dan tidak mampu merawatnya, sehingga meminta kelompok SAD untuk mengasuh anak tersebut.
Penyerahan ini disertai selembar surat bermaterai Rp10 ribu yang seolah-olah ditandatangani oleh ibu kandung Bilqis. Surat itu berisi pernyataan bahwa penyerahan dilakukan tanpa ada tuntutan di kemudian hari.
“Dua hari setelah anak itu berada di kelompok SAD, muncul informasi penculikan. Begendang langsung menyerahkan anak itu ke pihak berwenang,” ungkap Robert Aritonang, Anggota KKI Warsi, Senin (10/11/2025).
Robert menegaskan bahwa dalam kasus ini, Orang Rimba atau SAD bukan pelaku, melainkan korban dari kerentanan ekonomi dan sosial. Mereka dimanfaatkan melalui narasi palsu dan janji-janji yang menyesatkan.
“Ada pihak yang memanfaatkan kondisi mereka. Orang Rimba dijadikan alat dalam jejaring kejahatan yang tidak mereka pahami,” tegas Robert.
KKI Warsi meminta aparat dan media berhati-hati dalam memberitakan kasus ini agar tidak menjadikan kelompok adat tersebut sebagai kambing hitam. Fokus penyelidikan seharusnya bukan hanya pada pelaku langsung, tetapi pada pihak yang menciptakan situasi yang menjerumuskan masyarakat SAD.
Robert juga berharap kasus Bilqis menjadi momentum untuk memperbaiki kondisi sosial Orang Rimba, termasuk akses pendidikan, layanan dasar, dan pemulihan hak-hak atas wilayah hidup.
Bilqis Akhirnya Pulang ke Makassar
Bilqis diculik saat bermain di Taman Pakui Sayang, Makassar, Sabtu (8/11/2025). Setelah enam hari hilang, ia ditemukan di Tabir Selatan, Merangin, Jambi.
Pada Minggu (9/11/2025) siang, Balita tiga tahun itu tiba kembali di Makassar. Ia dibawa menggunakan kendaraan operasional kepolisian usai penerbangan dari Jambi dengan transit di Surabaya. Tangis haru pecah saat Bilqis turun dari mobil dan dipeluk kedua orang tuanya.
Pengamanan ketat dilakukan di Polrestabes Makassar karena warga berbondong-bondong menyaksikan kedatangan sang bocah.
Ayah Bilqis, Dwi Nurmas (34), menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Kapolrestabes,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.(***)






