Petani Gelisah, Pencurian Kulit Kayu Manis di Kerinci Kembali Merebak

KERINCI – Aksi pencurian kulit kayu manis kembali marak di Kabupaten Kerinci. Peristiwa terbaru terjadi di kawasan dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukit Kerman dan diperkirakan berlangsung beberapa hari lalu. Kasus ini langsung menyita perhatian warga setelah puluhan batang pohon ditemukan rusak akibat dikikis pelaku.

Sedikitnya 100 batang pohon kulit manis milik warga menjadi sasaran. Kerusakan itu pertama kali dibagikan oleh Galan Putra Longka melalui akun Facebook miliknya. Ia mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan batang pohon sebesar paha orang dewasa telah terkupas hampir separuhnya. Tampak bekas kikisan masih segar, menandakan pencurian dilakukan belum lama ini.

“Lokasinya dekat rumah sakit Bukit Kerman. Sudahlah, biarkan saja. Itu bukan rezeki kita. Ada sekitar 100 batang yang diambil kulit kayu manisnya,” ujar Galan kepada warga yang menanyakan kejadian tersebut.

Unggahan itu langsung mendapat banyak respons. Warga mengeluhkan maraknya pencurian kulit manis yang dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat, terutama di titik-titik kebun yang berada dekat permukiman dan fasilitas umum. Para petani menilai pelaku semakin nekat karena berani beraksi di area terbuka tanpa takut terpantau.

Selain merugikan secara ekonomi, aksi seperti ini dinilai merusak regenerasi tanaman dan menghambat produktivitas kebun. Sebab, pohon yang kulitnya dikikis secara paksa umumnya akan mati atau tidak lagi tumbuh sempurna.

Sejumlah warga meminta aparat keamanan memperketat patroli serta mendorong pemilik kebun melapor agar kasus-kasus pencurian tidak lagi dianggap sepele. Mereka berharap tindakan tegas dapat diberikan kepada para pelaku agar kejadian serupa tidak berulang.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait investigasi peristiwa pencurian di sekitar RSUD Bukit Kerman tersebut.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *