Capaian Manis Kafilah Sungai Penuh di MTQ Jambi, Wako Alfin: “Alhamdulillah…”

SUNGAIPENUH – Suasana haru menyelimuti arena penutupan MTQ ke-54 Provinsi Jambi ketika nama Kota Sungai Penuh disebut menempati peringkat keempat. Di tengah riuh tepuk tangan para pendamping, Wali Kota Alfin terlihat menarik napas panjang seolah menahan rasa bangga yang menyeruak.

Kenaikan satu tingkat dari tahun sebelumnya menjadi kabar manis yang diterima dengan syukur dan hormat pada kerja panjang para kafilah.

“Alhamdulillah… ini buah kerja keras seluruh peserta. Mereka berjuang luar biasa mengharumkan nama Kota Sungai Penuh,” kata Alfin dengan suara yang terdengar bergetar.

Ia menyebut capaian itu tidak datang tiba-tiba, melainkan hasil rangkaian pembinaan yang dijalankan secara berkelanjutan bersama para pelatih dan pendamping sejak bulan-bulan persiapan.

Tahun ini, Sungai Penuh tampil dengan kekuatan yang jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain. Dari kapasitas 74 orang, hanya 37 peserta yang akhirnya diberangkatkan. Namun keterbatasan itu justru berubah menjadi energi kolektif.

Sebanyak 16 di antara mereka lolos ke final, sebuah pencapaian yang disebut melebihi target realistis yang ditetapkan tim pembina daerah.

Di antara ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota, kafilah Sungai Penuh tampil menonjol di beberapa cabang yang selama ini menjadi fondasi kekuatan mereka.

Perolehan nilai dari cabang unggulan itu memantapkan posisi Sungai Penuh di papan atas klasemen akhir, sekaligus memastikan daerah itu tidak terlempar dari persaingan utama.

Alfin menyebut prestasi ini sebagai titik pijak penting. Ia ingin para juara menjaga konsistensi agar tidak larut dalam euforia sesaat, sementara peserta yang belum berhasil diharapkan tetap rutin berlatih.

“Yang menang jangan cepat puas. Yang kalah jangan patah semangat. Kita butuh disiplin untuk mempersiapkan MTQ berikutnya,” ujarnya.

Di balik perjalanan menuju panggung penghargaan, para peserta menjalani masa seleksi dan latihan intensif. Sejumlah pelatih menyebut proses penjaringan dilakukan ketat, hanya memberi ruang bagi mereka yang benar-benar siap bertanding. Latihan dilakukan hampir setiap hari menjelang keberangkatan, sebuah rutinitas yang membentuk ketangguhan mental para peserta.

Keberhasilan Sungai Penuh menembus posisi empat besar dipandang sebagai penanda perkembangan pembinaan qari dan qariah daerah. Pemerintah daerah memastikan akan mengevaluasi seluruh proses, mulai dari seleksi hingga metode latihan, untuk memperkuat peluang pada kompetisi mendatang.

Dengan jumlah peserta yang ramping namun produktif, kafilah Sungai Penuh dianggap berhasil membuktikan bahwa kualitas bisa menembus batas kuantitas. Perjalanan mereka di MTQ tahun ini menjadi gambaran sederhana tentang apa yang bisa dicapai sebuah daerah ketika kerja keras, fokus, dan kebersamaan bergerak dalam ritme yang sama.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *