MUAROJAMBI – Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Jambi ke-54 pada Jumat malam, 21 November 2025, menyisakan refleksi mendalam bagi Kabupaten Kerinci. Alih-alih membawa pulang prestasi, Kerinci harus menerima kenyataan pahit berada di posisi terbawah klasemen.
Hasil itu sempat membuat banyak pihak terdiam, namun Bupati Kerinci, Monadi, memilih meresponsnya dengan sikap dewasa dan penuh kelapangan hati.
Menurut Monadi, dunia MTQ adalah ruang pembelajaran, bukan tempat menampung ego. Ia menekankan bahwa menerima hasil apa adanya adalah bagian dari sportivitas—nilai yang selayaknya dijunjung tinggi dalam kompetisi berbasis keagamaan.
“Kita harus mengakui hasil ini belum memuaskan,” ucapnya dengan suara tenang. “Tetapi ini bukan ajang untuk saling menuding. Justru dari sini kita mulai berbenah.”
Monadi mengakui bahwa prestasi tidak muncul dari proses yang tergesa. Pembinaan qori dan qoriah memerlukan jam terbang panjang, konsistensi, dan dukungan sistem yang kuat. Karena itu ia melihat hasil MTQ kali ini bukan sebagai titik akhir, melainkan cermin yang mengingatkan betapa perlunya perbaikan yang menyeluruh.
“MTQ adalah syiar, sekaligus indikator pembinaan umat di daerah. Maka semua pihak—Kemenag, LPTQ, pelatih, dan pengurus kecamatan—harus memperkuat kerja bersama,” ujarnya.
Bagi Monadi, seluruh peserta tetap layak diapresiasi. Ia menekankan bahwa keberanian tampil dan membawa nama Kerinci sudah menjadi bentuk kontribusi besar. Ia mengingatkan bahwa menghargai usaha para peserta adalah fondasi untuk menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat.
“Mengakui kekurangan bukan kelemahan,” katanya. “Justru di situlah sikap kesatria kita diuji.”
Demi memastikan kesalahan tidak terulang, Pemkab Kerinci akan mengevaluasi seluruh rangkaian pembinaan. Mulai dari penguatan fasilitas latihan, dukungan anggaran, hingga pola seleksi yang lebih terbuka dan profesional.
“Tahun depan kita harus tampil lebih siap,” tegasnya. “Pembinaan harus berlangsung sepanjang tahun, bukan menjelang perlombaan saja.”
Ia menutup pernyataannya dengan nada optimistis, menyampaikan keyakinan bahwa Kerinci mampu bangkit jika seluruh unsur bergerak bersama. Bagi Monadi, kekalahan ini adalah pesan yang perlu dibaca dengan hati jernih.
“InsyaAllah kita kembali ke jalur prestasi,” tutupnya. “Kekalahan ini bukan akhir, melainkan tanda untuk melangkah lebih kuat dan lebih matang.” (ded)






