JAMBI — Kota Jambi resmi menjadi Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-54 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025 setelah meraih total nilai tertinggi, yakni 703 poin. Prestasi ini kembali menegaskan posisi Kota Jambi sebagai pusat pembinaan qori dan qoriah unggulan dengan tradisi yang kuat dan program pelatihan berkelanjutan.
Kabupaten Muaro Jambi menempati peringkat kedua dengan 532 poin, menunjukkan stabilitas pembinaan di berbagai cabang musabaqah. Sementara itu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat berada di posisi ketiga dengan 410 poin, menjadi daerah yang mencatat peningkatan mencolok berkat sejumlah penampilan unggulan di berbagai nomor lomba.
Di posisi berikutnya, Kota Sungai Penuh mempertahankan reputasinya sebagai salah satu daerah dengan pembinaan seni kaligrafi yang kuat setelah mengumpulkan 187 poin. Kabupaten Batanghari menyusul dengan 174 poin, diikuti Sarolangun yang berhasil meraih 142 poin pada cabang-cabang berbasis kelompok maupun individu.
Kabupaten Tanjung Jabung Timur meraih 109 poin dengan sejumlah capaian yang dianggap cukup menjanjikan untuk regenerasi qori muda. Kabupaten Merangin berada di urutan kedelapan dengan 84 poin, disusul Kabupaten Tebo dengan 73 poin, serta Kabupaten Bungo yang mengumpulkan 61 poin setelah menampilkan bibit-bibit baru yang mulai berkembang.
Kabupaten Kerinci menempati posisi terakhir dengan 26 poin, namun tetap hadir sebagai peserta yang mengedepankan kualitas dan semangat pembinaan. Potensi bibit baru dari daerah ini diperkirakan akan terus tumbuh pada penyelenggaraan MTQ berikutnya seiring meningkatnya perhatian terhadap pembinaan Qur’ani.
Meski perolehan nilai berbeda-beda, tiap kabupaten/kota menunjukkan karakter pembinaan yang khas. Kota Jambi tampil dominan pada cabang tilawah dan tahfiz, sedangkan Muaro Jambi memiliki keunggulan di qira’at dan syarhil Qur’an. Tanjab Barat membuat kejutan melalui peningkatan di cabang tafsir dan fahmil Qur’an, sementara daerah lain mempertahankan kekuatan mereka masing-masing.
MTQ ke-54 bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan evaluasi bersama bagi seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Gelaran ini kembali menegaskan bahwa upaya membangun generasi Qur’ani adalah perjalanan panjang yang memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, rumah tahfiz, dan masyarakat.
-
Penutupan MTQ berlangsung dengan harapan agar seluruh daerah terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas akses pendidikan Al-Qur’an, dan melahirkan lebih banyak qori serta qoriah berprestasi yang dapat menjadi wakil terbaik Jambi pada ajang nasional maupun internasional.(ded)






