JAMBI– Himpunan Perempuan Melayu Jambi (HPMJ) Masa Bhakti 2025–2030 berlangsung khidmat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (29/11/2025). Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Penasehat HPMJ, Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris), yang hadir mewakili Gubernur Jambi sesuai mandat pelantikan organisasi-organisasi perempuan di lingkup provinsi.
Dalam sambutannya, Hesti Haris menegaskan bahwa keberadaan HPMJ merupakan wadah penting bagi perempuan Melayu Jambi dalam memperkuat peran pelestarian adat dan budaya. Ia menyebut HPMJ sebagai gagasan bernilai yang digagas oleh Ibu Yusniana Hasan Basri Agus, yang selama ini aktif mendorong upaya pelestarian budaya di tengah dinamika modernisasi.
Salah satu pesan utama Hesti Haris pada kesempatan itu adalah dorongan kuat untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi busana adat pengantin Provinsi Jambi. Menurutnya, busana adat Jambi belum memiliki perlindungan hukum yang jelas sehingga rentan mengalami klaim dari pihak luar, seperti halnya pengalaman dengan songket yang sempat menjadi sengketa budaya.
Jika busana adat pengantin tidak dipatenkan, kata Hesti, maka Provinsi Jambi tidak memiliki dasar hukum untuk menegaskan identitas dan ciri khas kebudayaannya. Ia mencontohkan bahwa hingga kini hanya busana pengantin Kota Jambi yang memiliki hak paten melalui kolaborasi HARPI Melati dan pemerintah daerah. Kabupaten/kota lainnya belum memiliki standar baku.
Ia mengajak HPMJ, LAM Jambi, serta organisasi perias pengantin untuk menyusun standar busana adat yang tetap menjaga karakter Jambi, namun tetap memberi ruang inovasi agar dapat diterima generasi muda. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga sangat penting demi menjaga marwah adat tanpa menutup kemungkinan perkembangan kreativitas.
Selain mendorong perlindungan HAKI, Hesti Haris menekankan pentingnya peningkatan kapasitas anggota dalam memahami adat Melayu Jambi, mulai dari memakai tengkuluk, mengenakan busana adat, hingga memahami tata pelaminan. Ia bahkan mengusulkan lomba “memasang tengkuluk sendiri” agar perempuan Melayu Jambi mampu menguasai keterampilan dasar kebudayaan daerah.
Di akhir sambutan, Hesti mengajak seluruh pengurus untuk bekerja dengan hati, terus belajar, serta membuka ruang dialog bersama masyarakat. Ia berharap HPMJ menjadi wadah pemberdayaan perempuan Melayu Jambi yang aktif, berpengetahuan, dan menjaga kelestarian tradisi.
Ketua Umum HPMJ 2025–2030, Hj. Sumardiati Chairil, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi ini memberikan manfaat nyata bagi anggota. Ia meminta dukungan dan masukan dari seluruh pihak agar roda organisasi berjalan sesuai tupoksi dan terus berkembang untuk masyarakat Jambi.
Perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi, Drs. Hatam Tafsir, turut memberikan arahan. Ia menilai susunan pengurus HPMJ periode ini merupakan kombinasi ideal antara akademisi, mantan birokrat, dan pejabat aktif. Ia berharap HPMJ memperkuat kerja sama dengan LAM Jambi dalam berbagai program, terutama pemberdayaan perempuan, edukasi adat, dan pembinaan generasi muda.
Pelantikan ini sekaligus menandai langkah baru bagi HPMJ untuk berkontribusi lebih luas dalam melestarikan adat dan budaya Melayu Jambi melalui peran aktif perempuan di seluruh kabupaten/kota.(ded/***)






