Rapat Konsultasi PKK Jambi: Administrasi Berjenjang dan Gerakan Al-Qur’an Jadi Fokus

JAMBI – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris), mengajak seluruh kader PKK kecamatan untuk memperkuat gerakan kebaikan dari level terbawah. Pesan ini disampaikannya saat memimpin Rapat Konsultasi TP-PKK Provinsi Jambi bersama TP-PKK Kecamatan se-Provinsi Jambi yang dihadiri 117 kecamatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Selasa (2/12/2025).

Hj. Hesti Haris menekankan pentingnya pelaksanaan program PKK secara berjenjang, mulai dari nasional hingga kabupaten/kota. Meski demikian, ia membuka ruang bagi PKK kecamatan untuk menambah program sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Silakan membuat prioritas tambahan sesuai kondisi daerah. Tapi program nasional, provinsi, dan kabupaten tetap harus dijalankan. Administrasi juga wajib berjenjang sesuai arahan Ketua Umum,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa tata administrasi dan mekanisme pelaporan adalah dasar agar setiap gerakan PKK dapat diukur efektivitasnya dan memastikan seluruh lini bekerja selaras.

Salah satu program yang kembali ditekankan adalah gerakan 30 menit membaca Al-Qur’an, yang telah menjadi ciri PKK Jambi selama dua tahun terakhir. Hesti Haris menyebut masih banyak masyarakat yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar sehingga PKK harus hadir sebagai penggerak utama literasi Al-Qur’an.

“Yang membaca Al-Qur’an dengan sempurna dijanjikan derajat bersama malaikat. Yang terbata-bata pun dapat dua pahala. Ajarkan meski sedikit. Amal ini hidup jauh setelah kita tidak lagi menjabat,” ujarnya.

PKK Provinsi Jambi juga telah menyederhanakan metode belajar Al-Qur’an bekerja sama dengan ustaz Ahmad Farid Hasan agar mudah dipraktikkan oleh kader di desa dan kecamatan. Buku panduan terbaru telah diperbarui dan kini lebih aplikatif. Bahkan, PKK Provinsi Jambi sedang memproduksi film dokumenter untuk memperluas sosialisasi program ini ke seluruh kabupaten/kota.

Menjelang HUT Provinsi Jambi ke-69 Tahun 2026, Hesti Haris juga mengajak kader memeriahkan Bulan Berpantun yang akan digelar sepanjang Januari 2026. Seluruh kecamatan diminta mengirimkan pantun ke akun Instagram TP PKK Provinsi Jambi, dan karya terbaik akan memperoleh apresiasi.

“Pantun itu identitas budaya Melayu. Forum apa pun terasa lebih hidup dengan pantun. Kita harus bangga menjaga tradisi ini,” ucapnya.

Dalam sesi diskusi, Hj. Hesti Haris membagikan teori dasar membuat pantun yang pernah ia ajarkan pada ajang Bujang Gadis Jambi. Ia menuturkan empat langkah inti yang mudah diikuti: memahami tema acara, mengenali audiens, menentukan momen pembacaan, serta memastikan tujuan pantun—baik untuk membuka acara, memperkenalkan diri, atau memberi apresiasi. Ia menegaskan bahwa kreativitas dan irama tetap menjadi kunci keindahan pantun.

Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara PKK provinsi dan kecamatan, memastikan bahwa setiap gerakan benar-benar hadir hingga ke akar masyarakat.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *