KERINCI – Operasi pencarian korban kecelakaan mobil double cabin yang terjun ke jurang Sungai Panetai di Desa Muaro Emat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, akhirnya berakhir pada Minggu (7/12/2025). Setelah melalui proses panjang dan melelahkan, seluruh korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.
Suasana haru menyelimuti proses evakuasi korban pertama, Yogi (30), yang ditemukan pada pukul 09.30 WIB di Desa Guguk, Kecamatan Renah Pemberap, Kabupaten Merangin. Jaraknya mencapai sekitar 43 kilometer dari titik kendaraan nahas tersebut terjun. Tubuh Yogi terbawa derasnya arus Sungai Panetai yang melaju cepat dari kawasan perbukitan Muaro Emat.
Beberapa jam setelahnya, korban kedua bernama Alam juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 42 kilometer dari lokasi insiden. Kedua jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Bangko untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya kedua korban, seluruh proses pencarian dinyatakan tuntas.
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, S.T., menjelaskan bahwa penemuan korban di radius puluhan kilometer memperlihatkan betapa kuatnya arus sungai yang membawa tubuh korban jauh dari lokasi tragedi. Ia menuturkan bahwa tim bekerja tanpa henti menggunakan beragam metode, mulai dari pemantauan udara menggunakan drone, penyisiran tepi sungai dengan teknik vertical rescue, hingga penyisiran jalur air dengan rubber boat dan rafting.
Menurutnya, semangat para personel di lapangan menjadi kunci keberhasilan operasi ini. “Dengan ditemukannya korban kedua, seluruh rangkaian operasi SAR resmi ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dan masyarakat yang turut memberi bantuan,” kata Adah.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi periode cuaca ekstrem yang kerap memicu banjir, longsor, serta bahaya di jalur pegunungan. Sikap berhati-hati, terutama saat berkendara di malam hari atau ketika hujan deras, dinilai sangat penting untuk menghindari risiko serupa.
Operasi yang berlangsung beberapa hari ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Jambi, Pos SAR Kerinci, TNI, Polsek Batang Merangin, Polsek Sungai Manau, Brimob Merangin, BPBD Kerinci, hingga masyarakat sekitar. Peralatan seperti drone, rubber boat, raft, Rescue D-Max, serta perlengkapan navigasi turut digunakan untuk menjangkau area sungai yang luas dan menantang.
Setelah konsolidasi terakhir dilakukan, seluruh tim kembali ke satuan masing-masing dengan membawa rasa lega sekaligus duka atas tragedi yang merenggut dua nyawa tersebut.(ded)






