JAKARTA — Nama Ferry Irwandi tengah menjadi sorotan publik setelah aksinya menggalang donasi senilai Rp10,3 miliar dalam waktu hanya 24 jam untuk membantu korban banjir dan longsor di Sumatera. Aksi cepat tersebut membuat sosoknya semakin dikenal luas, terutama di jagat media sosial.
Ferry selama ini dikenal sebagai kreator konten yang aktif membahas isu politik, keuangan publik, pendidikan hingga fenomena sosial. Meski kanal YouTube-nya dibuat sejak 7 April 2010, aktivitasnya mulai meningkat pesat sejak masa pandemi Covid-19. Awalnya ia mengunggah konten seputar musik, fotografi, dan travel, sebelum akhirnya menemukan fokus pada isu-isu publik seperti sekarang.
Kini memiliki lebih dari 2,12 juta subscriber, Ferry kerap menyampaikan kritik dan analisisnya terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Namun, jauh sebelum dikenal sebagai kreator konten, Ferry memiliki perjalanan karier yang berbeda. Ia pernah mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Keuangan selama satu dekade.
Pada 2022, Ferry memutuskan meninggalkan status ASN meski mengakui posisinya saat itu cukup menjanjikan. “Manusia akan aman hidupnya kalau tahu kapan harus mulai dan kapan harus berhenti. Itu yang gue lakukan,” ungkapnya dalam salah satu kontennya.
Ferry merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2012. Ia masuk STAN pada 2009 dan menjadi bagian dari 2 persen peserta yang lolos dari sekitar 90.000 pendaftar. Meski berhasil masuk, Ferry mengaku sempat merasa minder di antara rekan-rekannya yang dinilai jauh lebih pintar.
“IP gue rendah, bukan karena males, tapi ya bodoh aja waktu itu. No excuse,” ujarnya.
Kondisi itu justru menjadi titik balik. Setelah melalui proses panjang dan sempat hampir terancam drop out, Ferry berhasil menuntaskan pendidikannya dengan predikat cumlaude dan meraih IPK 3,61. Pengalamannya di STAN disebut sebagai salah satu fase paling penting dalam hidupnya.
Ferry yang lahir pada 16 Desember 1991 ini juga bertemu dengan istrinya, Muthia Nadhira, ketika keduanya masih berkuliah di STAN. Pasangan tersebut menikah pada tahun 2015. Semasa kuliah, ia juga pernah bekerja paruh waktu di sebuah warnet dekat kampus demi menambah pengalaman dan penghasilan.
Kini, setelah meninggalkan Kemenkeu, Ferry dikenal sebagai salah satu kreator konten yang vokal, berpengaruh, dan konsisten menyuarakan berbagai isu publik.(***)






