OLAHRAGA–Manchester United resmi mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026) waktu setempat, sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Keputusan tersebut diambil menyusul evaluasi menyeluruh manajemen terhadap performa tim dan hubungan internal klub.
Pelatih asal Portugal itu dinilai gagal memenuhi ekspektasi petinggi klub sejak ditunjuk menggantikan Erik ten Hag pada November 2024. Selama 14 bulan menukangi Setan Merah, Amorim hanya mampu mencatatkan 24 kemenangan dari 63 pertandingan di semua kompetisi. Di Premier League, ia membukukan 15 kemenangan, sementara musim ini Manchester United hanya berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan 8 kemenangan dari 20 laga.
Alasan Manchester United Memecat Ruben Amorim
Laporan Sky Sports mengungkap bahwa pemecatan Amorim dipercepat oleh cekcok internal dengan Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox, yang terjadi pada Jumat (2/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Amorim disebut menunjukkan sikap negatif dan emosional saat membahas pendekatan taktik tim. Ia juga dianggap keras kepala karena menolak menyesuaikan strategi permainan dengan kondisi skuad dan perkembangan kompetisi.
Selain itu, terdapat ketidaksepahaman dengan manajemen terkait rencana penguatan tim pada bursa transfer Januari 2026. Sejak Amorim menjabat, Manchester United disebut telah menghabiskan sekitar 250 juta pound sterling (sekitar Rp5,6 triliun) untuk mendatangkan pemain.
Manajemen klub menilai skuad saat ini masih cukup kompetitif untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa. Namun, mereka merasa Amorim tidak memiliki optimisme yang sama, bahkan kerap menyampaikan pernyataan bernada pesimistis kepada media.
Komentar emosional Amorim yang berulang kali muncul di ruang publik, ditambah hasil buruk di lapangan serta konflik dengan Jason Wilcox, membuat manajemen menilai posisinya tidak lagi dapat dipertahankan.
Respons Ruben Amorim Usai Dipecat
Usai pemecatan, sebuah video yang diunggah pakar transfer Fabrizio Romano memperlihatkan Ruben Amorim meninggalkan kediamannya di kawasan Cheshire bersama sang istri, Maria Joao Diogo.
Pelatih berusia 40 tahun itu tampak tersenyum dan tenang, bahkan sempat berjalan santai di tengah salju serta menyapa para fotografer yang menunggunya. Amorim disebut tidak terkejut dengan keputusan tersebut dan sudah memperkirakan pemecatan akan terjadi.
Sumber internal menyebut Amorim merasa kehilangan dukungan manajemen selama menangani Manchester United dan mengalami frustrasi dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, ia tetap optimistis Setan Merah masih mampu finis di zona Liga Champions musim ini.
Amorim juga konsisten menyampaikan pandangannya bahwa Manchester United membutuhkan satu atau dua pemain berpengalaman, khususnya striker yang sudah teruji di Premier League, untuk meningkatkan daya saing tim pada paruh kedua musim.






