SUNGAIPENUH – Rotasi dan pengisian jabatan eselon II di Pemerintah Kota Sungai Penuh terus berlangsung. Pada Rabu malam (7/1), Wali Kota Alfin dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah resmi melantik tujuh pejabat hasil seleksi terbuka (lelang jabatan) sebagai bagian dari penataan struktur birokrasi.
Di tengah dinamika tersebut, perhatian masyarakat justru tertuju pada komposisi daerah asal para pejabat eselon II, baik yang baru dilantik era Alfin-Azhar, maupun pejabat lama yang masih bertahan di jajaran pimpinan OPD.
Hasil penelusuran media ini terhadap jajaran pejabat eselon II — mencakup 22 OPD, tiga asisten, staf ahli wali kota, serta Sekretaris Daerah — menunjukkan distribusi asal kecamatan sebagai berikut :
1. Kecamatan Sungai Penuh
Memiliki empat pejabat eselon II:
- Josrizal (Kominfo)
- Leddi Sepdinal (Perhubungan)
- Wira Utama (Inspektorat)
- Alpian (Sekda)
2. Kecamatan Pondok Tinggi
- Dianda Putra (Asisten I)
3. Kecamatan Pesisir Bukit
- Suharman (Pertanian)
- Jumadil (Plt Disperindag)
- Harianto (Dukcapil)
- Tiaruddin (Koperasi)
4. Kecamatan Koto Baru
- Afrizal (Bakeuda – memasuki masa pensiun)
- Evan (BPBD)
5. Kecamatan Hamparan Rawang
- Nasran (Asisten II)
- Joni Zeber (Bappeda)
- Nina Pastian (Pustaka)
6. Kecamatan Tanah Kampung
- M. Rasyid (Asisten III)
- YZ Oktovianus (PUPR) juga berdomisili di Pondok Tinggi
- Dedi Wahyudi (Pariwisata & Budaya)
7. Kecamatan Kumun Debai
Paling banyak menduduki posisi eselon II:
- Yulia Roza (Staf Ahli)
- Zahirman (Staf Ahli)
- Affan (BKD)
- Gunardi (Kesehatan)
- Zetria Delfi (Pemdes)
- Elma Sufentri (Dinas Sosial)
- Wahyu Rahman Dedi (Lingkungan Hidup)
- Bopi Harianto (Plt Pendidikan)
- Alpiantri (DP3A)
- Zanti Ismawan (Plt Kesbangpol)
8. Kecamatan Sungai Bungkal
- Tidak ada pejabat eselon II
Selain itu, Kepala Dinas Perizinan, Sunardi, dikenal berasal dari Hiang, Kerinci, di luar wilayah Kota Sungai Penuh.
Komposisi tersebut memunculkan diskusi di ruang publik mengenai proporsionalitas dan representasi wilayah di tubuh Pemkot Sungai Penuh. Beberapa kecamatan memiliki lebih banyak perwakilan, sementara Sungai Bungkal tidak memiliki pejabat eselon II sama sekali.
Hingga saat ini, Pemkot belum memberikan pernyataan resmi terkait peta distribusi pejabat ini maupun pertimbangan yang digunakan dalam penempatan jabatan strategis tersebut.(***)






