JAKARTA – Dominasi teknologi global memasuki babak baru. Alphabet Inc., induk usaha Google, resmi menyalip Apple sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Ini menjadi kali pertama sejak 2019 Alphabet berdiri di posisi teratas.
Pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026) waktu AS, nilai pasar Alphabet mencapai US$3,88 triliun atau sekitar Rp 65.000 triliun. Sahamnya ikut melambung lebih dari 2% ke level US$322,03.
Di sisi lain, Apple terpeleset. Kapitalisasi pasarnya turun menjadi US$3,84 triliun setelah harga sahamnya melemah lebih dari 4% dalam sepekan terakhir. Kondisi ini menandai perubahan besar dalam dinamika persaingan dua raksasa Silicon Valley tersebut.
AI Jadi Kunci Kebangkitan Alphabet
Kenaikan pesat Alphabet tidak lepas dari strategi agresifnya di sektor kecerdasan buatan (AI). Setelah sempat dianggap tertinggal akibat munculnya pemain baru dan ledakan inovasi AI, Google berhasil bangkit dan menunjukkan taringnya.
Pada akhir 2025, Alphabet mencatat performa luar biasa di Wall Street. Dorongan kuat datang dari pengembangan teknologi yang lebih matang, termasuk:
• Ironwood – Chip Tensor Generasi ke-7
Diluncurkan November 2025, Ironwood dirancang sebagai alternatif serius bagi chip Nvidia yang selama ini mendominasi pasar AI.
• Gemini 3 – Sistem AI Terbaru
Diperkenalkan pada Desember 2025, Gemini 3 mendapat respons positif dari pelaku industri dan investor. Teknologi ini membawa Google kembali menjadi penggerak utama inovasi AI.
Sepanjang 2025, saham Alphabet melonjak 65%, pertumbuhan tertinggi sejak 2009.
CEO Sundar Pichai menegaskan bahwa perusahaan bergerak mengikuti kebutuhan pasar global. Dalam laporan kinerja kuartal III-2025, ia menyebut Google Cloud telah menandatangani kontrak bernilai lebih dari US$1 miliar, melampaui pencapaian dua tahun sebelumnya.
Apple Tertinggal dalam Lomba AI
Berbanding terbalik dengan Alphabet, Apple menghadapi tekanan besar dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan dinilai terlambat mengadopsi teknologi AI generatif, terutama setelah gelombang pertama inovasi AI meledak lewat ChatGPT.
Apple bahkan menunda peluncuran Siri generasi baru yang seharusnya rilis pada 2025. Pembaruan Siri yang lebih personal akhirnya dijanjikan akan hadir pada 2026 ini, namun investor masih ragu terhadap kesiapan Apple.
Firma analis Raymond James memangkas proyeksi pertumbuhan Apple untuk 2026, menyebut tantangan pasar smartphone global dan kompetisi AI akan menekan performa perusahaan.






