EKONOMI-Memasuki awal 2026, situasi ekonomi global kembali menunjukkan tekanan berat bagi sejumlah negara. Sejumlah mata uang dunia mengalami pelemahan ekstrem, termasuk rial Iran yang anjlok akibat gejolak sosial dan krisis ekonomi berkepanjangan.
Rupiah Indonesia juga berada dalam daftar mata uang bernilai terendah, berdampingan dengan dong Vietnam, kip Laos, hingga franc Burundi.
Laporan Forbes dan The Associated Press menempatkan 10 mata uang ini sebagai yang paling lemah terhadap dolar AS sepanjang 2026.
Daftar Mata Uang Terendah di Dunia 2026
1. Pound Lebanon (LBP)
Pound Lebanon menjadi mata uang paling lemah tahun ini. Satu LBP hanya bernilai 0,000011 dolar AS, atau sekitar Rp0,19. Negara ini masih terjebak dalam inflasi tinggi, ketidakstabilan politik, dan stagnasi ekonomi sejak krisis 2019.
2. Rial Iran (IRR)
Rial Iran berada di posisi kedua. Nilainya terjun hingga 1,42 juta rial per dolar AS, membuat satu rial hanya sekitar Rp0,40. Krisis ekonomi, sanksi internasional, dan gelombang demonstrasi besar sejak akhir 2025 memperburuk kondisi mata uang Iran.
3. Dong Vietnam (VND)
Satu dong Vietnam setara 0,000038 dolar AS atau Rp0,64. Tekanan datang dari kenaikan suku bunga global dan pelemahan ekspor, meski sektor jasa dan elektronik tetap menjadi motor ekonomi negara tersebut.
4. Kip Laos (LAK)
Kip Laos berada di level 0,000046 dolar AS, atau sekitar Rp0,78. Perekonomian Laos melemah akibat utang luar negeri yang membesar serta inflasi yang sulit dikendalikan.
5. Rupiah Indonesia (IDR)
Rupiah menempati posisi kelima. Nilainya berkisar 0,000059 dolar AS, atau Rp16.869 per dolar AS. Meski Indonesia memiliki PDB terbesar di Asia Tenggara serta kekayaan komoditas, tekanan dari tarif impor AS dan faktor eksternal membuat rupiah melemah.
6. Som Uzbekistan (UZS)
Som Uzbekistan memiliki nilai 0,00008 dolar AS. Satu dolar setara 11,86 juta som. Inflasi tinggi, korupsi, dan pertumbuhan ekonomi yang lambat menjadi penyebab utamanya.
7. Franc Guinea (GNF)
Franc Guinea bernilai 0,000115 dolar AS. Meski kaya sumber daya seperti berlian dan emas, stabilitas negara ini terganggu inflasi, konflik militer, dan arus migrasi dari negara tetangga.
8. Franc Burundi (BIF)
Satu franc Burundi hanya bernilai 0,00011 dolar AS, sekitar Rp5,68. Ekonomi Burundi sangat bergantung pada ekspor kopi dan teh, sementara instabilitas politik terus menekan nilai mata uangnya.
9. Malagasy Ariary (MGA)
Ariary Madagaskar setara 0,00021 dolar AS. Negara ini seharusnya punya potensi besar dari sektor pertanian, kehutanan, dan tambang, namun nilai mata uangnya tetap rendah akibat lemahnya struktur ekonomi.
10. Guarani Paraguay (PYG)
Guarani bernilai 6.619 per dolar AS. Inflasi tinggi, korupsi, dan peredaran uang palsu menjadi penyebab utama. Paraguay sendiri merupakan pengekspor kedelai terbesar di dunia.






