ONIC Tumbang, Alter Ego Tak Terhentikan di Knockout M7

TEKNOLOGI-Pertemuan ulang ONIC dan Alter Ego di babak knockout M7 kembali menghadirkan tensi tinggi. Di bawah atmosfer pertandingan yang dipandu Luminaire, duel sesama wakil Indonesia ini menjadi laga yang tak terhindarkan—satu tim harus turun ke lower bracket lebih cepat.

Rematch yang mengingatkan pada grand final MPL ID Season 16 ini memunculkan pertanyaan besar: siapa yang paling kuat kali ini?

Game 1: AE Tampil Tajam, ONIC Dipaksa Bertahan

Sejak menit awal, kedua tim bermain tanpa kompromi. ONIC dan Alter Ego sama–sama melancarkan agresi, namun Alter Ego lebih efektif dalam mengonversi kill menjadi keunggulan gold.

Arfy tampil sebagai pembeda. Setiap pemain ONIC berhasil dipick off satu per satu, membuat pertahanan mereka runtuh perlahan. Momentum itu dimanfaatkan AE untuk menekan hingga ke area base dan mengamankan game pertama tanpa banyak hambatan.

Game 2: Eksperimen ONIC Gagal Berbuah Manis

ONIC mencoba pendekatan berbeda dengan pick unik Helcurt untuk Kiboy. Strategi ini sempat membuat mereka memimpin dan hampir menutup permainan lebih cepat.

Namun Alter Ego kembali menunjukkan disiplin permainan. Pertahanan solid mereka dipadu momen krusial berupa pencurian Lord, yang mengubah alur pertandingan sepenuhnya.

Setelah pertarungan yang berlangsung ketat, Alter Ego memperkuat tekanan dan mengunci kemenangan di game kedua. AE pun menegaskan bahwa mereka masih menjadi tim yang sulit ditaklukkan dalam duel sesama tim Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *