Mitsubishi Kembali ke Pasar Mobil Listrik, Usung Teknologi Foxtron Bria

OTOMOTIFMitsubishi kembali memperkuat komitmennya di pasar kendaraan listrik global dengan memperkenalkan model EV terbaru yang dibangun menggunakan platform Foxtron Bria. Kehadiran model baru ini menjadi langkah signifikan bagi Mitsubishi, terutama setelah cukup lama tidak meluncurkan produk listrik murni.

Mobil ini dirancang untuk menawarkan kombinasi performa, efisiensi, dan kecanggihan teknologi modern, sekaligus menyasar kebutuhan pengendara di Australia yang menjadi pasar pertama peluncurannya.

Dengan desain compact urban dan fitur yang semakin futuristik, Mitsubishi EV terbaru ini akan bersaing langsung dengan hatchback listrik premium yang kini mulai mendominasi segmen pasar. Model ini juga diyakini menjadi penanda babak baru strategi elektrifikasi Mitsubishi yang selama ini lebih fokus pada model hybrid.

Performa dan Spesifikasi Mitsubishi EV Terbaru

Pada sektor performa, Mitsubishi menghadirkan dua varian utama yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pengendara yang berbeda. Varian pertama adalah varian entry-level yang mengandalkan tenaga sebesar 171 kW atau setara 229 hp. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang (RWD), memberikan sensasi berkendara yang stabil dan responsif. Akselerasinya dari 0 hingga 100 km/jam tercatat di angka 6,8 detik, menjadikannya salah satu hatchback listrik yang cukup agresif di kelasnya.

Sementara itu, Mitsubishi juga menyiapkan varian flagship Pioneer yang membawa tenaga jauh lebih besar, yaitu 298 kW atau 400 hp. Pada varian ini, Mitsubishi mengaplikasikan sistem penggerak all-wheel drive (AWD), sehingga memberikan traksi yang lebih maksimal pada berbagai kondisi jalan. Dengan tenaga tersebut, akselerasi 0–100 km/jam dapat dicapai hanya dalam 3,9 detik, mendekati performa mobil sport listrik.

Untuk kebutuhan energi, Mitsubishi membenamkan baterai 57,5 kWh berjenis lithium iron phosphate (LFP). Teknologi LFP dipilih karena lebih tahan panas dan memiliki umur pakai lebih panjang. Jarak tempuh yang ditawarkan cukup kompetitif, yaitu mencapai 516 km untuk varian RWD dan 466 km untuk varian AWD, membuatnya cocok digunakan sebagai kendaraan harian maupun perjalanan jarak menengah.

Tidak hanya itu, dukungan DC fast charging hingga 134 kW juga menjadi keunggulan tersendiri. Dengan kemampuan ini, pengisian baterai dari 10% hingga 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sehingga sangat memudahkan pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.

Desain Eksterior: Modern, Aerodinamis, dan Futuristik

Dari tampilan luar, Mitsubishi EV ini mengusung pendekatan desain yang tegas dan futuristik. Seluruh bagian depan dan belakang dilengkapi dengan full-width LED light bar yang memberikan karakter visual kuat, khususnya saat berkendara malam hari. Selain itu, penggunaan velg berukuran 18 hingga 20 inci menambah kesan sporty dan stabil pada mobil.

Salah satu elemen desain yang menjadi daya tarik utama adalah door handle model pop-out yang otomatis muncul saat didekati. Fitur ini tidak hanya meningkatkan estetika futuristik, tetapi juga berfungsi mendukung efisiensi aerodinamika mobil. Mitsubishi juga menyematkan kaca atap panoramic pada varian tertentu, memberikan kesan lapang di kabin sekaligus meningkatkan visibilitas penumpang.

Bagian bodi juga dipadukan dengan elemen aerodinamika seperti air guide pada pilar belakang serta pass-through duct di fascia depan yang membantu mengurangi hambatan udara. Kombinasi ini menjadikan Mitsubishi EV tampil lebih modern, efisien, dan stabil pada kecepatan tinggi.

Interior dan Teknologi: Kabin Canggih dengan Fitur Kaya

Masuk ke bagian interior, Mitsubishi memberikan sentuhan teknologi tinggi yang langsung terasa melalui keberadaan layar infotainment berukuran 15,6 inci. Layar ini mendukung konektivitas penuh melalui Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, membuat pengalaman berkendara menjadi lebih interaktif. Selain itu, terdapat instrument cluster digital 9,2 inci yang menampilkan informasi kendaraan secara jelas dan responsif.

Untuk kenyamanan, kursi depan sudah dibekali fitur power-adjustable, sementara sistem audio tersedia dalam konfigurasi 7 hingga 12 speaker, tergantung varian yang dipilih. Mitsubishi juga menyertakan fitur filter udara PM2,5, kamera belakang, serta berbagai fitur keselamatan modern seperti adaptive cruise control, lane-keep assist, dan rear cross-traffic alert.

Pada varian premium, Mitsubishi menambahkan sederet fitur yang lebih mewah seperti kamera 360 derajat, ambient lighting, ventilated seats, power tailgate dengan sensor kick, dan bahkan frunk (bagasi depan) berkapasitas 52 liter. Kombinasi fitur ini menciptakan pengalaman berkendara yang jauh lebih nyaman, terutama bagi pengguna yang menginginkan mobil listrik dengan sentuhan premium.

Tuning untuk Pasar Australia dan Detail Dimensi

Untuk memastikan kendaraan terasa sesuai dengan karakter pengemudi Australia, Mitsubishi melakukan penyesuaian khusus pada sektor suspensi dan sistem kemudi. Langkah ini dilakukan agar kendaraan dapat menangani berbagai kondisi jalan, mulai dari aspal halus hingga jalanan rural yang lebih menantang.

Dari segi ukuran, Mitsubishi EV ini memiliki panjang 4.315 mm, lebar 1.885 mm, dan tinggi 1.535 mm. Wheelbase-nya mencapai 2.800 mm, memberikan ruang kabin yang lega. Kapasitas bagasinya mencapai 320 liter, cukup untuk kebutuhan harian atau penggunaan keluarga kecil. Adapun berat keseluruhan kendaraan berada di kisaran 1.870 hingga 2.020 kg, tergantung varian dan fitur yang dibawa.

Untuk harga, Mitsubishi belum memberikan kepastian untuk pasar Australia. Namun, di Taiwan, model serupa dijual dalam rentang NT$899.000 hingga NT$1,15 juta, atau sekitar AU$42.600 – AU$54.500, menjadikannya kompetitif bila dibandingkan dengan model seperti Toyota Corolla bertenaga lengkap.

Kapan Mitsubishi EV Ini Akan Diluncurkan?

Menurut informasi yang beredar, Mitsubishi EV berbasis Foxtron Bria akan resmi meluncur di Australia pada paruh kedua 2026. Setelah peluncuran tersebut, Mitsubishi diperkirakan akan mulai mempertimbangkan distribusi ke negara lain, termasuk Indonesia. Adaptasi untuk pasar domestik kemungkinan akan mempertimbangkan kesiapan regulasi kendaraan listrik, infrastruktur charging, serta respons pasar lokal.

Dengan strategi ini, konsumen di Indonesia yang menantikan model EV terbaru Mitsubishi dapat mulai bersiap, karena kehadirannya berpotensi mengikuti Australia dalam periode yang tidak terlalu lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *