Badai Besar Landa AS, 13.000 Penerbangan Dibatalkan dalam Tiga Hari

JAKARTA-Badai musim dingin berskala besar kembali melumpuhkan Amerika Serikat. Sejak akhir pekan hingga Senin (26/1/2026), lebih dari 13.000 penerbangan terpaksa dibatalkan akibat cuaca ekstrem yang menyapu sebagian besar wilayah negara itu. Laporan dari perusahaan analisis penerbangan Cirium menyebutkan jumlah ini mendekati tingkat pembatalan pada masa kritis pandemi COVID-19.

Sistem badai yang membawa hujan salju tebal, hujan es, hingga lapisan es beku dilaporkan mengancam sekitar 180 juta jiwa di wilayah Pegunungan Rocky hingga New England. Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) menyatakan bahwa badai kali ini menjangkau lebih dari separuh populasi Amerika Serikat.

Ahli meteorologi NWS, Allison Santorelli, memperingatkan bahwa akumulasi es dan salju tidak akan mencair dengan cepat sehingga upaya pemulihan publik diperkirakan berjalan lambat. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko kecelakaan, kerusakan infrastruktur, hingga gangguan layanan kebutuhan dasar.

Presiden AS Donald Trump telah menyetujui deklarasi darurat untuk sejumlah negara bagian guna membuka akses bantuan federal. Langkah ini diambil karena lintasan badai diproyeksikan membentang lebih dari 2.000 mil, mulai dari New Mexico hingga Maine, menciptakan jalur cuaca ekstrem tanpa jeda.

Badai juga menyebabkan pemadaman listrik massal. Lebih dari 315.000 pelanggan mengalami gangguan listrik, dengan Texas, Mississippi, Louisiana, dan Tennessee menjadi daerah paling terdampak. Banyak rumah tangga harus menghadapi malam yang sangat dingin tanpa pemanas akibat putusnya aliran listrik.

Di sektor penerbangan, sejumlah bandara utama berhenti beroperasi. Bandara Internasional Will Rogers di Oklahoma City menutup seluruh jadwal penerbangan pada Sabtu dan Minggu pagi. Bandara Dallas–Fort Worth membatalkan 700 penerbangan keberangkatan dan separuh kedatangannya. Gangguan serupa terjadi di Chicago, Atlanta, Nashville, Charlotte, hingga Bandara Nasional Ronald Reagan Washington yang membatalkan seluruh penerbangan pada Minggu.

Pada Sabtu, lebih dari 4.000 penerbangan di seluruh negeri dibatalkan, disusul 9.000 tambahan pada hari Minggu. Maskapai dan otoritas penerbangan masih berupaya mengatur ulang jadwal sembari menunggu kondisi cuaca membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *