Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia, Ini Riwayat Sakitnya

JAKARTA-Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Lucky Widja, vokalis band Element, meninggal dunia pada usia 49 tahun pada Minggu (25/1) malam di RS Halim, Jakarta.

Kepergian Lucky menjadi pukulan berat bagi sahabat, keluarga, dan para penggemar yang mengikuti perjalanan bermusiknya sejak awal 2000-an.

Ungkapan duka mengalir deras dari rekan-rekan sesama personel Element. Ferdy Tahier, yang selama ini kerap tampil bersamanya di berbagai panggung dan acara televisi, menyampaikan pesan emosional bahwa sahabatnya kini telah terbebas dari rasa sakit dan perjuangan pengobatan yang begitu panjang.

Dalam unggahan Instagram-nya, Ferdy menggambarkan bagaimana Lucky telah melewati masa-masa sulit, termasuk menjalani dialisis dan membutuhkan bantuan oksigen dalam aktivitas sehari-hari.

Bagi Ferdy, kepergian Lucky bukan hanya kehilangan seorang partner bermusik, melainkan saudara yang telah berjuang tanpa henti.

Duka serupa juga disampaikan Arya, personel Element lainnya. Ia meminta doa dari publik untuk Lucky agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Baginya, perjalanan panjang yang ditempuh Lucky dalam menghadapi penyakit layak dihormati, mengingat kondisi kesehatannya yang sempat naik turun selama beberapa tahun terakhir.

Arya turut menyampaikan permohonan maaf jika almarhum pernah berbuat salah selama hidupnya, sekaligus berharap agar Lucky berpulang dalam keadaan husnul khatimah.

Perjuangan Melawan Tuberkulosis Ginjal

Sebelum meninggal, Lucky sempat terbuka mengenai penyakit yang menggerogoti tubuhnya sejak 2022.

Dalam sebuah percakapan bersama Ferdy Tahier di kanal YouTube, Lucky mengungkap bahwa ia menderita tuberkulosis ginjal atau TB ginjal, sebuah kondisi yang jarang diketahui masyarakat dan dapat menyerang seluruh saluran kemih.

Infeksinya tidak hanya mengenai ginjal, tetapi juga ureter, kandung kemih, hingga uretra. Penyakit tersebut membuat tubuhnya melemah perlahan dan menurunkan berat badannya secara drastis.

Gejala yang dialami Lucky sebenarnya sudah muncul sejak bulan Ramadan. Ia sering pingsan setelah berbuka puasa, tubuhnya mendadak kehilangan tenaga, dan hanya mampu merangkak ke tempat tidur untuk beristirahat.

Meski demikian, kondisinya kerap membaik keesokan paginya sehingga ia tidak segera menyadari bahwa situasinya sangat serius.

Keputusan untuk memeriksakan diri ke dokter menjadi titik awal ia mengetahui kondisi sebenarnya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes darah dan CT Scan, Lucky terkejut saat dokter menyampaikan bahwa fungsi ginjalnya telah turun drastis dan berada pada tahap akhir.

Salah satu ginjalnya mengecil, sementara yang lain mengalami pembengkakan parah. Untuk mempertahankan fungsi saluran kemih, ia harus menjalani beberapa kali operasi pemasangan dan pencabutan stent.

Dokter akhirnya mencurigai tuberkulosis ginjal sebagai penyebab utama kerusakan organ tersebut. Berbeda dengan TBC paru yang dapat menular, TB ginjal tidak menular tetapi menghancurkan organ sedikit demi sedikit.

Berat badan Lucky yang semula berada di kisaran 82–84 kilogram merosot menjadi sekitar 64–65 kilogram dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, Lucky tetap berusaha menjalani pengobatan, bahkan sempat merahasiakan sakitnya dari publik hingga kondisinya membaik setelah satu tahun menjalani terapi.

Kini, perjuangan panjang itu telah usai. Bagi para kerabat dan penggemar, Lucky Widja akan selalu dikenang bukan hanya sebagai salah satu suara khas band Element, tetapi juga sebagai sosok yang kuat, rendah hati, dan penuh semangat hingga akhir hayatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *