Istri Pesulap Merah Meninggal Dunia, Marcel Ungkap Perjuangan Panjang Sang Istri

JAKARTA-Kabar duka datang dari keluarga konten kreator dan pesulap yang dikenal luas di media sosial, Marcel Radhival atau Pesulap Merah. Istrinya, Tika Mega Lestari, wafat pada Selasa (27/1/2026) dini hari.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Marcel melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, yang membuat publik terkejut sekaligus berduka.

Dalam unggahan itu, Marcel menuliskan bahwa Tika menghembuskan napas terakhir pada pukul 04.46 WIB di rumah sakit. Ia menjelaskan bahwa istrinya telah lama berjuang melawan penyakit yang diderita, sebelum akhirnya berpulang.

Bersamaan dengan kabar itu, Marcel mengunggah foto kenangan mereka berdua saat sedang menjalani ibadah di Tanah Suci—momen yang kini terasa semakin berarti baginya.

Marcel menggambarkan Tika sebagai sosok pendamping yang memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya. Ia menyebut istrinya sebagai wanita yang sabar, setia, serta selalu hadir memberikan kekuatan moral di balik layar, bahkan di saat dirinya menghadapi tekanan publik.

Segala pencapaian yang ia raih sebagai Pesulap Merah, kata Marcel, tidak lepas dari dukungan penuh Tika selama mereka bersama.

“Istri saya adalah wanita yang baik dan pengertian. Banyak hal yang bisa saya capai karena doa dan dukungannya yang tidak pernah putus,” tulis Marcel dalam kesaksiannya.

Kalimat itu menggambarkan kedekatan keduanya sekaligus kehilangan mendalam yang dirasakan Marcel.

Melalui unggahan tersebut, Marcel juga memohon doa dari masyarakat agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Tidak membutuhkan waktu lama, kolom komentar akun Instagram Marcel langsung dipenuhi ucapan belasungkawa dari para selebritas, kreator digital, hingga para pengikut setianya.

Mereka menyampaikan empati dan dukungan untuk Marcel di tengah masa duka yang berat ini.

Kepergian Tika Mega Lestari meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat.

Bagi para penggemar Pesulap Merah, kabar ini juga menjadi pengingat bahwa figur publik sekalipun menyimpan perjuangan dan kesedihan yang tidak terlihat oleh kamera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *