KKSS Jambi Dilantik, Al Haris Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Daerah

JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri pelantikan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Jambi masa bakti 2025–2030 yang digelar di Ev Garden, Sabtu (31/01/2026).

Organisasi ini menjadi wadah silaturahmi warga perantau asal Sulawesi Selatan di Jambi, sekaligus berperan dalam pelestarian budaya Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja serta kontribusi sosial kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Al Haris menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru mampu menyusun program kerja yang berdampak langsung bagi anggota, daerah asal, dan masyarakat Jambi, serta selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Saya berharap pengurus yang dilantik dapat menyusun program kerja yang menyentuh langsung anggota organisasi, daerah asal maupun masyarakat Provinsi Jambi, serta selaras dengan program pembangunan daerah,” ujar Al Haris.

Ia juga menilai masyarakat Sulawesi telah memberi warna penting dalam perjalanan pembangunan Jambi, baik di sektor pemerintahan, legislatif, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Peran masyarakat Sulawesi sangat besar dalam membangun Jambi bersama kami. Ke depan, tantangan semakin berat, sehingga kekompakan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengawal tujuan pembangunan,” katanya.

Menurut Al Haris, keberadaan KKSS merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Jambi secara keseluruhan. Nilai-nilai budaya seperti Sipakatau (memanusiakan manusia), Sipakalebbi (saling memuliakan), dan Sipakainge (saling mengingatkan) dinilai menjadi modal sosial yang relevan dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

“Nilai-nilai luhur ini menjadi kekuatan sosial untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat Jambi yang majemuk,” ucapnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk KKSS, dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“BPW KKSS dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus teladan dalam menjaga kerukunan antarwarga dan antarbudaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *