Romi Jahat Wafat, Jejak Panjangnya di Skena Punk Indonesia

SELEBRITAS-Kabar duka datang dari dunia musik independen Tanah Air. Adie Indra Dwiyanto, yang lebih dikenal sebagai Romi Jahat, vokalis band punk rock Romi & The Jahat, meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026.

Informasi ini dikonfirmasi melalui akun Instagram resmi band. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab wafatnya Romi. Namun sebelumnya, sejumlah jadwal manggung band memang sempat dibatalkan karena kondisi kesehatan sang vokalis.

Nama yang Tak Bisa Dipisahkan dari Punk Indonesia

Bagi penikmat musik punk era akhir 1990-an, nama Romi bukan sosok asing. Ia adalah salah satu figur yang ikut membentuk warna dan arah perkembangan kultur punk di Indonesia.

Namanya mulai dikenal luas ketika menjadi vokalis Marjinal pada 1997. Bersama Mike, Bob OI!, dan Steve, Romi membawa semangat punk yang kental dengan kritik sosial, realitas jalanan, dan suara kaum marjinal.

Perannya di Marjinal membuat namanya melekat kuat di skena musik bawah tanah Indonesia.

Melanjutkan Perjalanan Lewat Romi & The Jahat

Setelah tidak lagi bersama Marjinal, Romi mendirikan Romi & The Jahat pada 2008. Band ini tetap konsisten mengusung tema sosial, nasional, hingga pergulatan personal dalam lirik-liriknya.

Formasi band ini diisi oleh Romi di vokal, Dedis TJ/Ableh di gitar, Chobex di bass, serta Panca/Imam di drum, dengan beberapa pergantian personel sepanjang perjalanan mereka.

Selama hampir dua dekade, Romi & The Jahat telah merilis lima album penuh. Album perdana mereka, Film Murahan, rilis pada 2011 dan menjadi penanda kuat eksistensi band ini di jalur independen.

Album terakhir mereka, Teman, dirilis pada 10 April 2025. Tanpa disadari, karya itu kini menjadi penutup perjalanan musikal Romi Jahat.

Warisan yang Ditinggalkan

Romi bukan sekadar vokalis band punk. Ia adalah bagian dari sejarah hidup skena musik independen Indonesia. Sosok yang hadir sejak awal perkembangan kultur punk, tetap konsisten bersuara, dan menjadi inspirasi bagi banyak musisi generasi berikutnya.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, sekaligus warisan besar dalam perjalanan musik punk di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *