TEKNOLOGI – Apple dikabarkan tengah menyiapkan langkah baru yang cukup mengejutkan di pasar laptop. Perusahaan teknologi asal Cupertino itu disebut-sebut sedang mengembangkan MacBook harga terjangkau dengan memanfaatkan chipset A18 Pro yang juga digunakan pada lini iPhone terbaru.
Laptop ini diperkirakan akan dibanderol mulai US$599 atau setara kisaran Rp9 jutaan, menjadikannya MacBook paling murah yang pernah direncanakan Apple untuk segmen entry-level.
Informasi ini mencuat dari laporan analis Apple ternama Ming-Chi Kuo yang menyebut perangkat tersebut akan hadir dengan layar 13 inci, sedikit di bawah ukuran MacBook Air. Panel yang digunakan kemungkinan bukan kelas premium, namun tetap memadai untuk kebutuhan komputasi harian.
Spesifikasi Sederhana, Performa Tetap Efisien
MacBook ini disebut akan mengusung RAM 8GB dan penyimpanan 256GB. Kombinasi tersebut dinilai cukup untuk produktivitas dasar seperti mengetik, browsing, presentasi, hingga konsumsi multimedia.
Penggunaan chip A18 Pro dinilai sebagai strategi efisiensi biaya produksi tanpa mengorbankan performa dan efisiensi daya yang sudah menjadi keunggulan silikon Apple.
Warna Lebih Berani, Sasar Pengguna Muda
Berbeda dari MacBook pada umumnya yang cenderung konservatif, model ini dirumorkan hadir dalam pilihan warna silver, biru, pink, dan kuning. Langkah ini diyakini untuk menarik minat pelajar, mahasiswa, dan pengguna muda yang menginginkan perangkat stylish namun terjangkau.
Target Produksi Jutaan Unit
Sumber lain dari TrendForce menyebut Apple berencana memulai produksi massal pada kuartal pertama 2026 dengan target pengiriman 5–7 juta unit sepanjang tahun. Angka ini menunjukkan keseriusan Apple memasuki pasar laptop kelas menengah yang selama ini dikuasai Windows dan Chromebook.
Bisa Ubah Peta Persaingan Laptop
Segmen harga US$599–699 saat ini dihuni oleh laptop Windows dan Chromebook. Jika rumor ini terealisasi, Apple berpotensi menggeser preferensi konsumen yang selama ini ragu masuk ekosistem Mac karena faktor harga.
Namun demikian, seluruh informasi ini masih bersifat rumor dan belum ada konfirmasi resmi dari Apple. Spesifikasi, harga, maupun jadwal peluncuran masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Jika benar hadir, MacBook murah ini bisa menjadi strategi paling agresif Apple dalam memperluas pangsa pasar laptop global.






