JAKARTA – Pemerintah Kota Sungai Penuh mengajukan dukungan sarana dan prasarana pengelolaan sampah kepada Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI. Usulan tersebut disampaikan langsung Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, saat bertemu Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq di kantor kementerian di Jakarta, Kamis (26/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Pemkot memaparkan kondisi pengelolaan persampahan di Sungai Penuh, termasuk kebutuhan alat berat dan dukungan teknologi untuk mengurangi volume sampah.
Usulan Bantuan Alat Berat dan Mesin Press
Kementerian LH merespons dengan komitmen dukungan berupa:
- Ekskavator untuk operasional pengelolaan sampah
- Mesin press sampah untuk menekan volume dan meningkatkan efisiensi pengangkutan
Realisasi bantuan ditargetkan mulai Maret 2026, menyesuaikan proses administrasi dan penganggaran pemerintah pusat.
Diproyeksikan Jadi Percontohan di Sumatera
Selain dukungan sarpras, Sungai Penuh juga diproyeksikan sebagai salah satu lokasi percontohan (pilot project) pengelolaan sampah di wilayah Sumatera. Skema ini diarahkan untuk mendorong sistem yang lebih terintegrasi, termasuk penguatan fungsi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), optimalisasi armada angkut, serta penerapan mekanisasi.
Pemkot menyatakan siap menindaklanjuti dukungan tersebut melalui langkah teknis dan pengawasan pelaksanaan agar tepat sasaran serta akuntabel.
Pertemuan itu turut difasilitasi Anggota DPR RI daerah pemilihan Jambi, Rocky Chandra, guna memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam penanganan isu lingkungan.(ded)






