Empat Tahun Kepemimpinan di IAIN Kerinci: Refleksi, Apresiasi, dan Harapan Menuju UIN

Explorenews.net — Empat tahun kepemimpinan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menjadi perjalanan penuh tantangan dan pencapaian. Dalam refleksinya, Asa’ari menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan kampus, yang kini semakin progresif di berbagai lini.

Perjalanan Empat Tahun: Dari Pandemi hingga Normalisasi

Memimpin di tengah pandemi Covid-19 merupakan tantangan besar. Pembatasan ruang gerak dalam merealisasikan visi dan misi kampus sempat menjadi kendala. Namun, seiring waktu, kondisi perlahan kembali normal, memungkinkan berbagai inisiatif akademik dan pengembangan sumber daya manusia berjalan lebih optimal.

Selain itu, perjalanan empat tahun ini juga berlangsung di bawah dua era pemerintahan nasional yang masing-masing memiliki semangat dan strategi pembangunan berbeda. Kepemimpinan yang adaptif menjadi kunci dalam menyesuaikan kebijakan pendidikan tinggi Islam agar tetap relevan dengan arah pembangunan negara.

Apresiasi kepada Berbagai Pihak

Dalam refleksi ini, Asa’ari menyampaikan terima kasih kepada dua Presiden RI, yakni Ir. H. Joko Widodo dan Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto, serta dua Menteri Agama yang menjabat selama periode ini: H. Yaqut Cholil Qoumas dan Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.

Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada para Sekjen Kemenag RI, Dirjen Pendidikan Islam, Direktur PTKI, serta para pemangku kebijakan yang telah mendukung kemajuan IAIN Kerinci. Secara khusus, dedikasi empat Kepala Biro AUAK yang bertugas dalam kurun waktu empat tahun juga mendapatkan penghargaan tersendiri.

“Semua keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama dan tentu atas izin Tuhan. Kami sangat menghargai kontribusi dari seluruh civitas akademika, baik pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta mitra yang selalu mendukung perkembangan kampus,” ujar Asa’ari

Menuju UIN Kerinci: Langkah Selanjutnya

Meskipun telah mengalami kemajuan signifikan, IAIN Kerinci masih memiliki mimpi besar yang harus diwujudkan, yaitu transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci. Oleh karena itu, upaya pembenahan dan penguatan institusi akan terus dilakukan.

“Kami sadar masih ada banyak tantangan di depan. Namun, dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan kerja keras, kami optimis IAIN Kerinci akan terus berkembang dan mencapai cita-cita menjadi UIN Kerinci,” tambahnya.

Refleksi ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh serta sebagai motivasi untuk terus berbenah dan berkarya demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *