Presisijambi.com berita batanghari-Keberadaan pangkalan gas di desa singkawang tepat nya dirumah Kades Sukardi menuai sorotan, pangkalan gas elpiji 3 kg milik Ahmad Syafrizal tersebut di ketahui menjual dengan harga melebihi Harga eceran tertinggi(HET) dengan harga 21 ribu rupiah pertabung sementara harga eceren tertinggi buat masyarakat dengan harga yang sudah di tetapkan sebesar 17 ribu per tabung gas
Saat di jumpai beberapa awak media, istri kades sebagai pengelola mengaku bahwa harga tersebut adalah harga yang di tetapkan agen gas Elpiji dengan harga jual 20 ribu per tabung
” Kami cuma menyediakan tempat, dan kami di suruh menjual ke masyarakat dengan harga 20 ribu rupiah per tabung dan pemilik nya orang jambi” Kata istri kades tabu 19/02/2025
Izin pangkalan gas atas nama Ahmad Afrizal tersebut menuai pertanyaan apakah sudah melalui mekanisme prosedur pengadaan pangkalan Gas elpiji di desa singkawang
Selain itu pendribusian tabung gas tersebut di kawal mobil pribadi membuat kesan ada permainan yang diduga meraup keuntungan dengan cara illegal
Warga masyarakat yang saat itu mengantri untuk membeli gas elpiji 3 kg mengatakan membeli dengan harga 21 ribu per tabung
” Kami beli dengan harga 21 ribu rupiah 1 tabung nya, yang penting bagi kami jualan gas ada ” Kata salah satu warga
Harga eceran tertinggi (HET) yaitu 17 ribu rupiah per tabung untuk gas elpiji melon 3 kg yang di tetapkan oleh pertamina tentulah harga yang semesti nya sampai ke masyarakat tanpa harus di lebihkan.
Dapat di bayangkan perhari berapa banyak jumlah tabung gas elpiji melon beredar di kabupaten batanghari di khawatirkan pengecer dan agen berbagi keuntungan di balik kebutuhan konsumsi gas elpiji bagi masyarakat
( tim)





