
KERINCI – Proyek penggalian di ruas Jalan Nasional perbatasan Sebukar – Hiang, Kabupaten Kerinci, tepatnya di depan Bandara Depati Parbo Kerinci, kembali memicu sorotan.
Pasalnya, proyek yang sudah dalam tahap penggalian itu memakan korban akibat kondisi jalan yang belum dirapikan dan minimnya rambu pengaman.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa beberapa kendaraan mengalami kecelakaan ringan hingga tergelincir akibat permukaan jalan yang licin dan tidak rata. Warga juga mengeluhkan kurangnya rambu peringatan di sepanjang titik proyek yang sedang digali.
Salah seorang warga, Hendri mengatakan bahwa pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan sangat rawan mengalami kecelakaan. “Apalagi malam hari, gelap, tidak ada lampu penerangan dan tidak ada rambu. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Menanggapi situasi ini, masyarakat dan tokoh setempat meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk turun tangan dan menegur kontraktor pelaksana proyek.
“Kami minta Balai Jalan Nasional bertindak tegas. Keselamatan pengguna jalan harus diutamakan, jangan hanya mengejar target pekerjaan,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Sementara itu, pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, terutama pada malam hari.(***/ded)






