Komentari Polemik PLTA, Gubernur Disentil, Harmo : Datang ke Kerinci, Jangan Bicara dari Jauh

KERINCI-Pernyataan Gubernur Jambi, Al Haris, terkait polemik pembangunan PLTA Merangin Kerinci menuai sorotan. Melalui sebuah pemberitaan media yang beredar di akun TikTok Putra Haluan, Sabtu (23/8/2025), Al Haris meminta masyarakat Kerinci agar tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat aktivitas proyek strategis nasional tersebut.

“Saya berharap masyarakat Kerinci tidak melakukan hal-hal yang bersifat menghambat,” ujar Gubernur Al Haris dalam kutipan media tersebut.

Pernyataan itu memantik reaksi dari kalangan aktivis lokal. Ketua Aliansi Bumi Kerinci (ABK), Harmo, menilai sikap Gubernur Jambi seolah hanya sebatas pernyataan tanpa diiringi langkah nyata turun langsung menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Menurut Harmo, Gubernur seharusnya hadir ke lokasi untuk mencari solusi atas sengketa warga dengan pihak perusahaan. “Harusnya Pak Al Haris turun langsung, bukan hanya bicara dari jauh. Warga Kerinci menanti kehadiran gubernurnya,” ujarnya.

Sorotan juga muncul terkait komunikasi politik Al Haris. Aktivis menilai, sejak konflik antara warga Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan dengan pihak PLTA memanas, Gubernur jarang terlihat memberikan penjelasan langsung ke publik.

Meski begitu, sebagian kalangan menilai pernyataan Al Haris penting sebagai upaya menjaga ketertiban dan kelancaran pembangunan proyek strategis nasional. Hanya saja, pesan itu dinilai perlu dibarengi langkah konkret di lapangan agar tidak menimbulkan kesan masyarakat dibiarkan menghadapi masalah sendiri.

Proyek PLTA Merangin Kerinci sendiri hingga kini masih menuai pro dan kontra. Sebagian warga menolak kompensasi yang ditawarkan perusahaan, sementara pemerintah provinsi menegaskan proyek tersebut vital untuk mendukung kebutuhan energi di Jambi dan Sumatera bagian tengah.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *