
SUNGAIPENUH-Kebijakan Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menuai sorotan tajam. Di saat anggaran untuk pelayanan publik ditebas habis hingga 75 persen, justru muncul rencana kontroversial, pembelian mobil dinas baru untuk Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah.
Langkah ini dinilai publik sebagai keputusan absurd sekaligus menyakitkan. Betapa tidak, di tengah kondisi masyarakat yang harus menghadapi layanan publik serba terbatas akibat pemangkasan, para pejabat justru memilih menambah fasilitas mewah untuk dirinya sendiri.
Ironisnya, kendaraan dinas yang saat ini digunakan masih dalam kondisi layak jalan. Namun, alih-alih berhemat demi kepentingan warga, Pemkot lebih memilih mengucurkan dana untuk mengganti armada pejabat.
Kepala Bagian Umum Pemkot Sungai Penuh, Era Elsprina, saat dikonfirmasi wartawan tidak menampik kabar tersebut. “Benar, Pemkot akan menganggarkan pembelian mobil dinas untuk Wako, Wawako, dan Sekda nanti di perubahan anggaran,” ujarnya kepada wartawan, Senin (1/9), dipublis sejumlah media online.
Pernyataan itu sontak mempertebal kekecewaan publik. Warga ramai-ramai menilai kebijakan ini menunjukkan wajah asli pemerintah daerah, rakyat dipaksa menanggung beban efisiensi, sementara pejabat tetap dimanjakan.
“Kalau rakyat kekurangan, jawabannya sabar. Tapi kalau pejabat bosan dengan mobilnya, langsung ada anggaran baru,” tulis seorang warga dengan nada getir di media sosial.
Kritik pun mengalir deras. Banyak pihak menyebut keputusan ini sebagai pengkhianatan terhadap jargon efisiensi yang kerap digaungkan. Kepercayaan publik semakin terkikis karena Pemkot dianggap hanya pandai beretorika tanpa benar-benar berpihak pada masyarakat.
Dengan keputusan ini, Pemkot Sungai Penuh seakan mengirim pesan jelas: hemat hanya berlaku untuk rakyat, sementara boros tetap hak istimewa pejabat.(***)






