BPD se-Provinsi Jambi Suarakan Polemik BKBK, Pendemo Siap Malah Gubernur Tak Hadir

KERINCI-Ketua Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Provinsi Jambi, Al Husori, dengan lantang menyuarakan polemik 70 persen dana BKBK 2024 dari Provinsi Jambi yang tak kunjung cair.

Ini disampaikan dalam sambutannya saat pembukaan Bimtek dan Jambore PABPDSI Provinsi Jambi, Kamis (11/9) di Kayu Aro, Kerinci. Al Husori menyampaikan bahwa dana BKBK 2024 yang tersisa 70 persen harus diperjuangkan agar segera dicairkan oleh Pemprov.

“Setuju semuanya ?,” teriaknya yang disambut riuh seluruh anggota BPD se-Provinsi Jambi yang hadir.

“Kita minta bapak Gubernur Jambi, untuk segera mencairkan sisa dana BKBK 2024, sayang pak Gubernur tidak hadir ditengah kita,” ungkapnya menahan rasa kecewa karena Gubernur Jambi, Al Haris tidak hadir di lokasi acara.

Dia juga mengajak seluruh anggota BPD se-Provinsi Jambi untuk ikut bergerak menyuarakan hal itu. Bahkan dia menyatakan kesiapannya untuk menemui Gubernur secara langsung.

Sementara itu, Ketua PABPDSI Pusat, Feri Radianyasa, dalam sambutannya, tidak banyak menanggapi soal dana BKBK. Namun dia mengapresiasi Pemprov Jambi dengan adanya dana BKBK.

“Setelah Jawa Barat, hanya Provinsi Jambi yang dapat dana BKBK dari provinsi. Sedangkan provinsi lain tidak ada. Kita harus berterima kasih kepada pak Gubernur. Tapi tetap harus bersabar,” ungkapnya.

Disisi lain, seyogyanya acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jambi, Al Haris. Apalagi persiapan acara sudah jauh hari direncanakan, lebih dari satu bulan. Bahkan, agenda Bimtek dan Jambore PABPDSI ini juga rencananya akan dihadiri langsung Menteri Desa.

“Awalnya pak Menteri yang akan hadir, tapi tidak bisa dan diwakil ke wamen, tapi ternyata juga tidak bisa,” ungkap salah seorang anggota BPD di lokasi acara.

Bahkan, kata dia, paling tidak dihadiri Gubernur Jambi untuk membuka acara secara resmi. Namun harapan itu pupus, Gubernur juga tak dapat hadir dan mewakili kepada Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi Jambi.

“Diwakilkan kayaknya, kita berharap pak Gubernur yang datang, ini acara se-Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Terpisah, rencana kunjungan Gubernur Jambi, Al Haris, ke Kerinci kali ini rencananya juga akan disambut aksi unjuk rasa oleh aktivis Kerinci. Tuntutannya juga berkaitan persoalan dana BKBK 2024 yang tak kunjung cair.

“Kita sudah sampai di lokasi, semua persiapan sudah matang. Tapi Gubernur tidak hadir. Apakah beliau takut dikritik dan didemo ?,” ungkap Harmo, aktivis Kerinci korlap dalam rencana aksi.

Aktivis lainnya, Indra, juga mengaku kecewa dengan ketidak hadiran Gubernur Jambi. Menurutnya, banyak yang perlu disampaikan kepada Gubernur, mulai dari pembangunan di Provinsi Jambi khususnya di Kerinci dan Sungaipenuh, sampai janji-janji politik Al Haris.

“Sayang sekali Gubernur tidak hadir. Kita pastikan akan menjadwal ulang aksi dilain kesempatan, menyesuaikan kunjungan Gubernur ke Kerinci dan Sugaipenuh, kapan pun itu,” tegasnya.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *