
KOTAJAMBI – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Jambi (Kompej) Batanghari menggelar aksi unjuk rasa di Depot Pertamina Kasang, Kota Jambi, Kamis (18/09). Aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan Amri, S.Pd dan Herlas.
Dalam orasinya, Amri menyoroti dugaan praktik nakal yang dilakukan salah satu oknum transportir, Jepri Abidin. Ia diduga terlibat penyalahgunaan angkutan BBM subsidi setelah terekam kamera drone memasuki sebuah gudang di wilayah Kabupaten Batanghari.
Amri menegaskan, temuan tersebut bukan berasal dari aparat penegak hukum (APH), melainkan hasil investigasi awak media melalui kamera drone.
“Perlu kami sampaikan, bahwa praktik penyelewengan BBM subsidi ini merupakan temuan para jurnalis, bukan aparat penegak hukum,” tegas Amri.
Para demonstran mendesak agar Jepri Abidin segera dicopot dari statusnya sebagai transportir, karena dianggap mencoreng reputasi PT Elnusa Petrofin selaku armada resmi pendistribusi BBM subsidi di Jambi.
Selain itu, Amri juga menyoroti lemahnya pengawasan, lantaran transporter tersebut disebut tidak dilengkapi kamera pengawas dan GPS seperti armada lainnya, sehingga rawan melakukan penyimpangan distribusi dan bebas keluar-masuk gudang ilegal.
Aksi tersebut juga menghasilkan tuntutan agar Jepri Abidin tidak lagi dioperasikan di wilayah Provinsi Jambi. Kompej berencana membawa laporan dan bukti hasil investigasi ini hingga ke tingkat pusat.(red)






