KS BTP Bersikap…!! Ungkapkan Fakta Soal Kisruh Pemberhentian Guru TPA Babussa’adah

KS-BTP: Pertemuan anggota KS BTP dan masyarakat di Mushalla Babussa’adah, Minggu (19/10) malam.(Ist)

SUNGAIPENUH-Menyikapi kabar tentang pemecatan guru ngaji di TPA Mushalla Babussa’adah, Kesatuan Bayang Terusan Painan (KS BTP) bersikap. Sekitar 500 anggota dan masyarakat berkumpul di mushalla, Minggu (19/10) malam.

Tujuannya untuk meluruskan informasi soal pemberhentian guru TPA. Selain anggota, dan pengurus mushalla, juga turut hadir tokoh penting KS BTP, ninik mamak dan orang tuo cadiak pandai.

Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan bahwa, mengenai kabar yang beredar tentang pemberhentian guru TPA oleh ninik mamak Jamalus, adalah tidak benar. Fakta yang sebenarnya adalah pemberhentian terhadap dua orang pengurus majllis ta’lim, dan dilakukan berdasarkan keputusan pengurus mushalla melalui hasil musyawarah.

Pemberhentian tersebut, dikatakan, dengan alasan ada aturan yang tidak bisa diikuti oleh yang bersangkutan, salah satunya mengintervensi keuangan TPA, terkait pemberian honor guru TPA harus melalui yang bersangkutan. Sedangkan keduanya bukan pngurus atau guru TPA dan tidak berkaitan dengan TPA. Sementara honor guru TPA sudah disiapkan dan akan diserahkan oleh pngurus mushalla secara langsung.

“Dengan ini kami tegaskan bahwa ninik mamak tidak pernah memberhentikan guru ngaji TPA Mushalla Babussa’adah. Bahkan ninik mamak mendukung penuh kegiatan TPA tersebut,” ungkap Urang Tuo Cadiak Pandai, Syahrial Nadar (Saroha), mewakili ninik mamak KS BTP.

Dia menjelaskan, tudingan terhadap Jamalus sangat disayangkan, termasuk adanya ancaman tempat tinggal terhadapnya. Dalam keluarga KS BTP, kata dia, Jamalus termasuk ninik mamak pucuak yang delapan sebelas kaum, yang cukup terpandang.

“Untuk itu kita menghimbau kepada seluruh keluarga besar KS BTP dan masyarakat Desa Gedang, tidak terpancing dengan isu yang beredar belakangan ini. Faktanya sudah jelas, dan ancaman yang dilontarkan tidak perlu untuk ditindak lanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Jamalus, juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mengintervensi kegiatan di TPA, apalagi sampai memecat guru ngaji. Padahal itu merupakan keputusan pengurus mushalla, untuk tata kelola TPA lebih baik.

“Demi Allah. Tidak pernah. Saya pun bingung kenapa justru saya yang disudutkan terkait kejadian tersebut, dan sampai mendatangi kediaman keluarga saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Mushalla Babussa’adah, Sudarno Sutan Batuah, menjelaskan TPA di mushalla akan tetap aktif, dan mengajak guru TPA kembali mengajar dan membawa perlengkapan mengaji kembali ke mushalla.

“Karena kemarin sudah terlanjur pindah tempat, termasuk perlengkapannya juga dibawa. Tapi, jika tidak berkenan mengajar lagi, kita akan siapkan guru TPA pengganti,” ungkapnya.

Dikatakannya, kegiatan TPA tetap dengan aturan yang telah ada, seperti anak-anak yang ikut mengaji secara gratis, untuk murid baru akan diberikan seragam 3 stel secara gratis juga.

“Segala pembiyaan TPA dibebankan dari kas mushalla, dana tersebut bersumber dari sumbangan jemaah dan keluarga besar KS BTP. Dan penggunaan dana kas, murni untuk kegiatan dan keperluan mushalla,” terangnya.

Tokoh pemuda KS BTP, Firdaus, juga angkat bicara. Terkait demo ke rumah Jamalus mengatas namakan pemuda KS BTP Desa Gedang, dibantah tegas olehnya.

“Itu tidak mewakili pemuda KS BTP.  Juga tidak dilaporkan kepada Kepala Desa Gedang, Ketua RT, Kadus, dan Ketua Pemuda. Saya sendiri dari unsur tokoh pemuda BTP tidak mendukung gerakan itu. Untuk itu, mari kita menjaga kekompakan KS BTP, dan tidak terpancing isu yang sengaja dihasut oleh oknum-oknum tertentu,” ungkapnya.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *