SUNGAIPENUH-Turnamen Layang-Layang IPDB Cup 2025 resmi digelar oleh Ikatan Pemuda Pelajar Dusun Baru (IPDB) di Kelurahan Dusun Baru, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh. Ajang tahunan ini kembali menjadi magnet bagi para pecinta layang-layang tradisional yang ingin unjuk keterampilan dan adu strategi di udara.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 19 November 2025 dan berlangsung hingga penutupan turnamen. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pengumuman dibuka, mengingat kompetisi ini kerap menghadirkan persaingan sengit antar pemain dari berbagai wilayah.
Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp 7 juta, menjadikan turnamen ini sebagai salah satu event layangan tradisional dengan daya tarik besar di Kota Sungai Penuh. Nominal tersebut menjadi penyemangat bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Irfan Pratama selaku panitia pelaksana mengatakan turnamen tahun ini diharapkan berlangsung lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam ajakannya ia menyampaikan dengan penuh semangat agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam kompetisi yang sudah melekat sebagai tradisi lokal.
Menurut Irfan, kegiatan digelar setiap hari mulai pukul tiga sore hingga selesai. Lokasi pertandingan berada di lapangan belakang SD 298 Dusun Baru, area yang sudah lama menjadi pusat kegiatan layang-layang masyarakat setempat dan dikenal sebagai tempat latihan para pemain senior maupun pemula.
Turnamen Layang-Layang IPDB Cup tidak hanya diikuti oleh pemain lokal, tetapi juga peserta dari berbagai kelurahan lain di Kecamatan Sungai Bungkal. Ragam bentuk dan ukuran layangan yang digunakan para peserta selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Selain sebagai kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antarwarga. Banyak keluarga, anak-anak, hingga orang tua datang menyaksikan jalannya pertandingan, menjadikan turnamen ini sebagai hiburan rakyat yang selalu dinantikan setiap tahun.
Dengan kembali digelarnya IPDB Cup 2025, masyarakat berharap tradisi layang-layang tetap lestari dan terus menjadi bagian penting dari kebudayaan lokal di Dusun Baru serta Kota Sungai Penuh. Ajang ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pemain layangan yang lebih kreatif dan berprestasi.(ded)






