Prosesi Yudisium FTIK IAIN Kerinci Penuh Haru, Tujuh Prodi Kukuhkan Lulusan 2025

SUNGAIPENUH-Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci menggelar Yudisium ke-10 Tahun Akademik 2025 pada Senin (24/11/2025). Prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh haru di Grand Hotel ini menjadi momen bersejarah bagi 159 peserta yudisium dari tujuh program studi.

Tujuh prodi itu yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Bahasa Inggris (TBI), Tadris Biologi (TBIO), Tadris Matematika (TMTK), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI).

Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan FTIK mulai dari Dekan, para Wakil Dekan, Kabag, Kasubbag, Ketua Program Studi, hingga seluruh dosen yang turut memberikan dukungan penuh atas capaian akademik para lulusan. Kehadiran seluruh unsur pimpinan menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan panjang mahasiswa hingga sampai pada tahap akhir studi.

Dekan FTIK IAIN Kerinci, Dr. Eva Ardinal, MA, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya yudisium tahun ini. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras selama dua bulan terakhir, mulai dari proses pendaftaran skripsi, bimbingan, hingga munaqasyah. Menurutnya, seluruh tenaga dan waktu yang dicurahkan, meski melelahkan, merupakan bagian dari ibadah yang bernilai.

Dekan juga menyinggung dinamika yang dialami mahasiswa menjelang akhir masa studi, seperti revisi skripsi yang berulang dan konversi nilai. Semua itu, menurutnya, adalah proses yang membentuk kedewasaan dan ketangguhan akademik.

Dalam pesannya kepada para lulusan, Dr. Eva Ardinal mengingatkan pentingnya semangat belajar yang tidak boleh padam. Ia menegaskan bahwa mereka yang berhenti belajar akan menjadi “pemilik masa lalu”, sedangkan mereka yang terus belajar akan menjadi “pemilik masa depan”. Lebih jauh, beliau berharap para alumni FTIK menjadi pendidik yang adaptif, inovatif, rendah hati, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Jadilah pendidik yang bukan hanya mengajar, tetapi juga menyentuh hati. Bawalah kedamaian, bukan kegaduhan. Jaga nama baik almamater kita, di mana pun Anda berada,” pesannya. Sambutan itu ditutup dengan pantun yang mengundang senyum para peserta, mencairkan suasana haru menjadi kebahagiaan bersama.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *