Pemerintah Daerah Konsolidasi Cegah Korupsi, Wako Alfin Hadir di Rakor SPI

JAMBI – Upaya penguatan integritas di lingkungan pemerintah daerah Provinsi Jambi kembali mendapat perhatian serius. Hal ini terlihat dari kehadiran Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 yang digelar di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (26/11).

Agenda tersebut menjadi ruang konsolidasi daerah dalam mendorong peningkatan Indeks Integritas Nasional (IIN) dan Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Tahun 2025.

Rakor yang diikuti seluruh kepala daerah, sekretaris daerah, dan instansi terkait se-Provinsi Jambi ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan potensi penyimpangan serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan. Melalui evaluasi SPI 2024, setiap daerah didorong memahami posisi integritasnya sekaligus menyiapkan strategi pembenahan yang lebih terukur.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH menegaskan bahwa integritas bukan sekadar target indikator, melainkan bagian dari budaya kerja yang harus dibangun secara konsisten. “Integritas merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen melakukan perbaikan berkesinambungan agar upaya pencegahan korupsi dapat berjalan optimal,” ujar Wako Alfin.

Menurutnya, hasil SPI bukan hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga petunjuk arah bagi reformasi birokrasi di tiap perangkat daerah. Ia menyebutkan bahwa Kota Sungai Penuh terus memperkuat sistem pengawasan internal, mengefektifkan layanan berbasis digital, serta meningkatkan kapasitas aparatur untuk memastikan praktik pemerintahan yang lebih akuntabel. “Kami ingin menghadirkan manajemen pemerintahan yang bersih, profesional, dan dapat dipercaya masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyampaian rekomendasi tindak lanjut sebagai panduan peningkatan integritas di tahun 2025. Pemerintah Provinsi Jambi berharap setiap daerah mampu menerapkan hasil evaluasi dengan komitmen nyata sehingga upaya pemberantasan korupsi dapat semakin diperkuat.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *