Kinerja INET Melejit 195 Persen, Pendapatan dan Laba Melonjak Drastis

JAKARTA-Kinerja PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terus menunjukkan akselerasi kuat sepanjang periode Januari–September 2025. Emiten penyedia layanan internet ini kembali mencatat lonjakan signifikan pada hampir seluruh indikator keuangan, sebuah sinyal bahwa ekspansi bisnis dan permintaan broadband nasional semakin mendorong pertumbuhan perusahaan.

Laporan keuangan terbaru menunjukkan pendapatan INET melonjak menjadi Rp68,60 miliar, atau naik 195 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kontribusi terbesar tetap berasal dari layanan penyedia internet dengan nilai Rp67,15 miliar, sementara segmen jasa konstruksi mulai memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp1,44 miliar setelah sebelumnya belum tercatat.

Melonjaknya pendapatan turut mendongkrak profitabilitas. Laba kotor meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp32,42 miliar, diikuti pertumbuhan laba usaha yang melejit hingga Rp25,27 miliar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp2,49 miliar. Laba bersih pun menanjak drastis, mencapai Rp19,37 miliar atau naik 819 persen. Perusahaan juga mencatat EBITDA yang melompat tajam menjadi Rp35,35 miliar, menandakan penguatan arus kas serta efisiensi biaya yang semakin baik.

Pertumbuhan agresif ini turut tercermin dari sisi neraca. Total aset INET kini berada di angka Rp454,59 miliar, hampir dua kali lipat dari posisi akhir 2024. Liabilitas juga meningkat mengikuti kebutuhan ekspansi, mencapai Rp93,07 miliar, namun rasio DER masih pada level konservatif di 0,26 kali. Manajemen menegaskan bahwa peningkatan aset dan profitabilitas menunjukkan perusahaan tengah memasuki fase penguatan operasional yang lebih solid.

Untuk mengakselerasi pertumbuhan, INET menyiapkan langkah besar melalui aksi korporasi berupa rights issue dengan target penghimpunan dana maksimal Rp3,2 triliun. Jumlah ini digadang-gadang sebagai salah satu yang terbesar di sektor telekomunikasi sepanjang 2025. Rencana tersebut mencakup penerbitan hingga 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per lembar.

Sebagai pengendali mayoritas, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) memastikan kesiapannya menyerap seluruh haknya dan bahkan bertindak sebagai pembeli siaga apabila terdapat porsi rights yang tidak diambil investor lain.

Dana hasil rights issue akan difokuskan untuk perluasan jaringan dan ekspansi pelanggan di berbagai wilayah strategis. Sebanyak Rp2,8 triliun dialokasikan untuk anak usaha PT Garuda Prima Internetindo (GPI) guna memperluas jangkauan dan menarik dua juta pelanggan baru di Bali dan Lombok. Selain itu, Rp213,44 miliar akan digunakan PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) untuk pelunasan biaya sewa jaringan bawah laut (IRU). Sementara PT Internet Anak Bangsa (IAB) mendapatkan alokasi Rp135 miliar untuk percepatan pembangunan jaringan FTTH di Pulau Jawa.

INET juga menegaskan komitmennya menghadirkan layanan berbasis teknologi terbaru, termasuk teknologi Wi-Fi 7 dan jaringan fiber berkecepatan tinggi. Fokusnya adalah meningkatkan penetrasi di pasar hunian dan bisnis dengan strategi ekspansi agresif yang dinilai selaras dengan kebutuhan digital masyarakat.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *