Viral! Kisah Perjalanan Dinas Shanaz Berubah Mencekam, Bertahan 4 Hari di Longsor Aceh

ACEHSebuah kisah perjuangan menyentuh datang dari pengguna TikTok @shanazalzamru, yang membagikan pengalaman dramatisnya bertahan hidup selama empat hari setelah terjebak bencana longsor besar di wilayah Bireuen, Aceh, pada akhir November 2025. Perjalanan dinas yang semula biasa berubah menjadi perjuangan panjang melawan rasa takut, kelaparan, dan kondisi alam ekstrem.

Dalam unggahan videonya, Shanaz menuliskan bahwa seluruh kronologi sudah ia rangkum untuk menjawab kekhawatiran warganet. Ia memastikan kini kondisinya sudah aman. “Terima kasih untuk seluruh doa dan kekhawatirannya, sekarang insyaAllah aku sudah baik-baik saja,” tulisnya.

Shanaz, wanita asal Medan yang bekerja sebagai HRD di sebuah pabrik pengolahan getah pinus di Gayo Lues, berangkat ke Banda Aceh pada 25 November 2025 untuk urusan perizinan perusahaan. Namun, pada Rabu dini hari, 26 November, mobil travel yang ditumpanginya terjebak longsor di kawasan Cót Panglima, Bireuen. Jalan di depan dan belakang tertutup total sehingga ia bersama penumpang lain terperangkap tanpa makanan dan komunikasi.

Setelah menunggu berjam-jam tanpa kepastian, Shanaz dan dua pejabat kecamatan dari Gayo Lues memutuskan berjalan kaki menembus hujan dan lumpur. Mereka melewati tujuh titik longsor dengan medan ekstrem. Lumpur bahkan mencapai setinggi paha, dan mereka harus merangkak di beberapa titik karena jalur sudah tidak lagi berbentuk jalan.

Setelah perjalanan puluhan kilometer, mereka tiba di Tipeun Mane dan mendapat bantuan dari seorang Babinsa yang mencoba mengantar mereka mencari jalur aman. Namun malam gelap dan kondisi medan yang membahayakan membuat mereka kembali dan bermalam di menasah setempat. Di lokasi itu, Shanaz sempat ketakutan karena listrik padam, air sulit, dan posisi bangunan dekat sungai yang sedang meluap.

Keesokan harinya, informasi warga menjadi titik terang. Shanaz bersama warga dan korban lain menempuh jalur alternatif melalui tangga darurat dan sisa jembatan yang sudah miring. Mereka kemudian menyebrangi sungai dan melanjutkan perjalanan sekitar 20 km menuju daerah yang lebih aman.

Perjalanan tersebut memakan waktu hampir sepanjang hari. Tubuh yang letih, medan terjal, dan rasa waswas terus ia hadapi hingga akhirnya mencapai sebuah kampung. Dari sana Ia meminta bantuan kendaraan warga untuk melanjutkan perjalanan. Pada pukul 17.00, Jumat (28/11), Shanaz tiba di Bireuen Kota dan disambut keluarganya dalam kondisi selamat.

Dalam konfirmasinya kepada Wolipop, Shanaz mengungkapkan bagaimana perjalanan dinasnya berubah menjadi perjuangan hidup. Ia menilai penanganan di beberapa titik bencana kurang responsif, terutama di Jembatan Tipeun Mane. Namun ia tetap mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

“Biarlah ujian ini jadi hikmah dan cara Allah untuk menghapus dosa-dosa kita. Allah tidak akan membebani seseorang di luar kemampuannya,” ungkapnya.

Shanaz berharap pemberitaan mengenai bencana di Aceh dan Sumatera terus diangkat agar bantuan lebih cepat terdistribusi dan penanganan darurat dapat ditingkatkan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *