Gaji Fantastis Jadi Kunci, Media Honduras Ungkap Pilihan John Herdman

OLAHRAGA-Rumor kedatangan John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia terus menjadi sorotan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. Salah satu media Amerika Tengah, Once Noticias dari Honduras, secara terbuka mengungkap alasan utama di balik keputusan pelatih asal Inggris tersebut menerima tawaran dari PSSI.

Dalam laporannya, Once Noticias menyebut bahwa Timnas Honduras sejatinya juga sangat serius membidik Herdman, menyusul rekam jejaknya yang impresif bersama Timnas Kanada. Namun, ambisi tersebut kandas lantaran faktor finansial dan lambannya pengambilan keputusan federasi setempat.

Media Honduras itu bahkan menurunkan judul bernada keras yang menegaskan penolakan Herdman terhadap Honduras. Mereka menyebut sang pelatih “tergoda oleh jutaan dolar” yang ditawarkan federasi sepak bola Indonesia, yang dinilai jauh lebih menarik dibanding proposal Honduras.

Federasi Honduras Dinilai Lamban Ambil Keputusan

Once Noticias mengkritik Federasi Sepak Bola Honduras (FFH) yang dinilai terlalu berhati-hati dan lambat menentukan pelatih kepala setelah kepergian Reinaldo Rueda. FFH disebut lebih memprioritaskan perekrutan direktur olahraga, sehingga peluang mendatangkan pelatih kelas dunia justru terlepas.

Media tersebut menilai Herdman sebagai salah satu figur yang paling diharapkan publik Honduras. Namun, ketidakpastian arah kebijakan FFH membuat pelatih incaran memilih berlabuh ke negara lain.

Situasi serupa juga terjadi pada Juan Carlos Osorio yang sebelumnya masuk radar Honduras, tetapi akhirnya juga gagal direkrut. Hingga kini, posisi pelatih kepala Timnas Honduras masih belum terisi.

Faktor Ekonomi Jadi Penentu

Dalam analisisnya, Once Noticias menyoroti faktor ekonomi sebagai kunci keputusan John Herdman. Disebutkan bahwa PSSI dan pihak Herdman telah menggelar beberapa pertemuan yang membahas nilai kontrak dengan nominal sangat kompetitif.

Gaji Herdman disebut mencapai ribuan dolar AS per bulan dengan durasi kontrak jangka panjang, yakni empat tahun dari 2026 hingga 2030. Jika dihitung secara keseluruhan, nilai kontrak tersebut berpotensi menembus jutaan dolar AS, angka yang dinilai sulit ditandingi oleh federasi Honduras.

Media tersebut menyebut bahwa FFH bukan hanya tidak mampu menyamai tawaran PSSI, tetapi juga terlambat mengajukan proposal resmi. Kondisi ini membuat Herdman akhirnya menjatuhkan pilihan ke Indonesia yang dinilai lebih serius, stabil secara finansial, dan memiliki visi jangka panjang.

Keputusan ini sekaligus memperlihatkan meningkatnya daya tawar sepak bola Indonesia di level global, di mana faktor ekonomi, stabilitas organisasi, dan proyek jangka panjang menjadi daya tarik bagi pelatih berkelas internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *