Cucu Pendiri Napan Group, Rylan Henry Pribadi, Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Ski di Jepang

JAKARTA-Kabar duka menyelimuti keluarga besar Napan Group. Rylan Henry Pribadi, cucu dari pendiri Napan Group Henry Pribadi, meninggal dunia pada usia 17 tahun setelah mengalami kecelakaan saat bermain ski di Jepang pada 7 Januari 2026. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan wisata salju populer Niseko, Hokkaido, yang dikenal sebagai destinasi favorit turis mancanegara.

Meninggalnya Rylan sontak mengundang perhatian publik, terutama karena latar belakang keluarga besarnya yang dikenal luas di dunia usaha Indonesia. Sejumlah tokoh nasional menyampaikan belasungkawa atas kepergian remaja yang dikenal berprestasi tersebut.

Profil dan Latar Belakang Keluarga Rylan Henry Pribadi

Rylan Henry Pribadi adalah putra dari pengusaha Reza Pribadi dan cucu Henry Pribadi, pendiri Napan Group—konglomerasi yang berkembang pesat sejak awal 1970-an dan berpengaruh besar pada masa ekspansi bisnis nasional di era 1980–1990-an.

Keluarga besar Pribadi dikenal jarang tampil di ruang publik, tetapi tetap aktif mengelola sejumlah lini bisnis. Reza Pribadi sendiri terlibat dalam perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di Indonesia maupun di luar negeri.

Rylan, yang memiliki kewarganegaraan ganda Indonesia–Australia, tumbuh dalam lingkungan keluarga pengusaha dan dikenal cerdas, sopan, serta aktif dalam kegiatan akademik dan olahraga. Menurut sejumlah sahabat keluarga, Rylan termasuk remaja yang berprestasi dan memiliki karakter disiplin serta sportif.

Kronologi Kecelakaan Ski di Niseko, Jepang

Kecelakaan terjadi ketika Rylan tengah menikmati liburan musim dingin bersama beberapa temannya. Niseko, yang terletak di Prefektur Hokkaido, merupakan salah satu resort ski paling ramai pada awal tahun.

Rekonstruksi awal kejadian berdasarkan keterangan saksi dan laporan kepolisian Hokkaido adalah sebagai berikut:

Seorang pemain ski lain menemukan tubuh Rylan tergeletak di lintasan tanpa gerakan.

Saksi segera melapor kepada petugas pengelola resort.

Tim medis dan pengelola lokasi tiba beberapa menit kemudian dan menemukan Rylan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Investigasi awal menunjukkan bahwa lintasan ski memiliki deretan tiang yang dihubungkan tali sebagai batas area aman. Saat meluncur, Rylan diduga tidak menyadari keberadaan tali tersebut hingga lehernya tersangkut, membuatnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Hasil Autopsi dan Penyelidikan Kepolisian Jepang

Polisi Hokkaido menyebut bahwa penyebab kematian Rylan adalah asfiksia, yaitu kondisi mati lemas yang terjadi akibat tekanan kuat pada leher.

“Asfiksia disebabkan oleh tekanan pada bagian leher akibat lilitan tali pembatas lintasan,” demikian pernyataan kepolisian, dikutip dari sejumlah media lokal Jepang.

Pihak otoritas saat ini masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait:

posisi tali pembatas saat insiden,

standar keamanan lintasan ski,

kemungkinan kelalaian teknis di area bermain.

Penyelidikan diperkirakan masih berlanjut hingga seluruh bukti dan rekaman kamera pengawas ditelaah.

Ucapan Bela Sungkawa dari Tokoh Nasional

Kabar wafatnya Rylan mengundang simpati luas, termasuk dari pejabat negara dan kalangan pengusaha senior.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto

Melalui akun Instagram resminya, Airlangga menuliskan:

“Saya dan Ibu Yanti menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat kami Reza Pribadi dan cucu Bapak Henry Pribadi.”

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie

Anindya juga mengungkapkan kesedihannya atas hilangnya sahabat putra beliau.

“Rylan adalah remaja yang cerdas, berprestasi, memiliki tata krama, sportifisme, dan kerja keras sejak usia dini. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi sahabat dan keluarga.”

Dukungan dan doa dari masyarakat terus mengalir kepada keluarga besar Pribadi yang tengah berduka.

Keluarga Masih Menantikan Hasil Lengkap Pemeriksaan

Hingga saat ini, pihak keluarga belum memberikan pernyataan detail mengenai rencana pemulangan jenazah maupun prosesi pemakaman. Keluarga disebut masih menunggu hasil penyelidikan lengkap otoritas Jepang sekaligus proses administrasi internasional terkait kewarganegaraan ganda Rylan.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas ski, meski populer dan menyenangkan, memiliki risiko besar ketika standar keselamatan tidak dipatuhi sepenuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *